Equity Research

Equity Detail

Monday , 18 Feb 2019 02:52

NERACA PERDAGANGAN RI JANUARI 2019 

Januari 2019  Terjadi Defisit US$ 1,2 Miliar

 

Kinerja Ekspor Januari 2019 turun 3,2% MoM dan 4,7% YoY

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor RI pada bulan Januari 2019 tercatat senilai US$ 13,8 miliar mengalami penurunan sebesar 3,2% MoM dibandingkan dengan ekspor Desember 2018 US$ 14,3 miliar. Nilai ekspor RI ini juga turun 4,7% YoY bila dibandingkan dengan ekspor Januari 2018 sebesar US$ 14,6 miliar. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan ekspor migas menjadi US$ 1,2 miliar (-29,3% MoM vs US$ 1,7 miliar per Desember 2018 dan -6,7% YoY vs US$ 1,3 miliar per Januari 2018) dan stagnannya ekspor non migas (+0,4% MoM vs US$ 12,6 miliar  per Desember 2018 dan -4,5% YoY vs US$ 13,2 miliar per Januari 2018).

 

 

Kinerja Impor Januari 2019 turun 2,2% MoM dan 336.4% YoY

Dari sisi impor, BPS mencatat nilai impor RI di bulan Januari 2019turun sebesar 2,2% MoM dan 336,4% YoY menjadi US$ 15,0 miliar (vs US$ 15,4miliar perDesember 2018 dan vs US$ 15,3 miliar per Januari 2018) yangdikontribusikan dari penurunan impor migas sebesar 16,6% MoM (-335,8% YoY)menjadi US$ 1,7 miliar (vs US$ 2,0 miliar per Desember 2018) terutama impor minyak mentah (-3,3% MoM), hasil minyak (-20,9% MoM) dan gas (-18,3% MoM).Turunnya impor migas ini tidak luput dari turunnya harga minyak dunia hingga berada dibawah US$ 50 per barel. Sementara itu, impor non migas RI di Januari 2019 tercatat stagnan mencapai US$ 13,3 miliar (vs US$ 13,3 per Desember 2018 dan vs US$ 13,1 miliar per Januari 2018) didorong oleh adanya kenaikan impor perhiasan/permata (+84,3% MoM dan +64,4% YoY) dan bahan kimia organic (+25,4% MoM dan +119,5% YoY). Sementara itu, produk impor nonmigas yang mengalami penurunan antara lain buah-buahan, gula & kembang gula, kapal laut, sayuran dan mesin/pesawat mekanik.

 

 

Januari 2019, neraca perdagangan RI defisit  US$ 1,2 miliar

Dengan demikian, neraca perdagangan RI pada bulan Januari 2019 tercatat defisit senilai total US$ 1,2 miliar meningkat sebesar 12,5% MoM dibandingkan dengan defisit Desember 2018 (vs US$ 1,0 miliar) dan lebih tinggi sebesar 53,4% YoY dibandingkan dengan periode Januari 2018 (vs US$ 756 juta) sebagai hasil dari turunnya ekspor RI (-3,2% MoM dan -4,7% YoY).

 

 

Neraca perdagangan RI tahun ini berpotensi terjadi defisit

Koreksi yang terjadi pada harga minyak dunia hingga di bawah US$ 50 per barel menjadi katalis positif bagi perbaikan neraca perdagangan RI dan penyokong penguatan nilai tukar Rupiah. Namun demikian, resiko dari ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan cenderug menganggu kinerja ekspor RI dari sisi melambatnya permintaan global sehingga kami melihat defisit neraca perdagangan RI masih akan berlanjut pada tahun ini.Key risk: perang dagang AS- Tiongkok, ekspektasi kenaikan harga minyak dunia di 2Q19/3Q19 dan tren perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

 

 

 

Ringkasan Ekonomi Makro

Periode

2015

2016

2017

2018

2019P

PDB

4,8%

5,0%

5,1%

5,17%

5,2%

Rupiah/US$ (Rp)

13.855

13.436

13.555

14.481

15.000

BI 7-day RRR (%)

-

4,75

4,25

6,00

6,50

Inflasi (%)

3,35

3,02

3,61

3,13

4,50

CA/PDB (%)

(2,06)

(1,80)

(1,70)

(3,00)

(2,50)

Cadangan Devisa (US$ juta)

105.931

116.362

130.196

120.654

113,661

Sumber: Bank Indonesia, BPS dan Riset Lotus Andalan