Equity Research

Equity Detail

Tuesday , 16 Apr 2019 04:49

NERACA PERDAGANGAN RI MARET 2019 

Maret 2019 Terjadi Surplus US$ 540,2 Juta

Kinerja Ekspor Maret 2019 meningkat 11,7% MoM, namun turun10,0% YoY

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor RI pada bulan Maret 2019 tercatat senilai US$ 14,03 miliar, meningkat 11,7% MoM dari US$12,56 miliar pada bulan Februari 2019. Ekspor non migas mencapai US$12,93 miliar menyumbang 92,21% dari total ekspor bulan ini sementara sisanya ekspor migas sebesar US$1,09 miliar.Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan ekspor non migas (+13% MoM) terutama sector pertambangan (+31,08% MoM), pertanian (+15,91%), dan industry pengolahan (+9,48%), sementara ekspor migas mengalami penurunan tipis sebesar 1,57% MoM. Meski demikian, nilai ekspor RI ini turun sebesar 10,0% YoY bila dibandingkan dengan US$15,59 miliar pada bulan Maret 2019. Hal ini disebabkan terutama oleh anjloknya ekspor migas sebesar 18,33% YoY, disusul oleh ekspor non migas (-9,23% YoY) yakni sector pertambangan (-15,37% YoY), industry pengolahan (-7,84%), dan pertanian (-3,91%).Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang 1Q19 mencapai US$40,51 miliar (-8,5% YoY), dimana 91,51% diantaranya merupakan ekspor non migas yang mencapai US$37,07 miliar (-7,83% YoY), dengan peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja (+30,33% YoY menjadi US$1,64 miliar) sementara penurunan terbesar pada lemak & minyak hewan/nabati (-16,32% YoY menjadi US$4,32 miliar).

Kinerja Impor Maret 2019 Naik 10,31% MoM, turun 6,76% YoY

Dari sisi impor, BPS mencatat nilai impor RI di bulan Maret 2019 mencapai US$13,49 miliar atau naik 10,31% MoM dari US$12,22 miliar pada Februari 2019, dimana jika dirinci, impor non migas mengalami sebesar 12,24% MoM menjadi US$11,95 miliar sementara impor migas turun 2,7% MoM ke US$1,54 miliar. 75,18% dari total impor merupakan golongan bahan baku/penolong sebesar US$10,14 miliar (+12,34% MoM).Meski demikian, secara tahunan, nilai impor RI ini turun sebesar 6,76% YoY dari US$14,46 miliar pada Maret 2018, terutama oleh karena anjloknya impor migas sebesar 31,25% YoY dan nonmigas sebesar 2,21% YoY. Secara kumulatif, nilai impor Indonesia pada 1Q19 mengalami penuurunan sebesar 7,4% YoY dari US$43,96 miliar pada 1Q18 menjadi sebesar US$40,7 miliar, dimana 88,26% diantaranya merupakan impor non migas yang mencapai US$35,92 miliar, dengan peningkatan terbesar terjadi pada produk serealia (+25,08% YoY menjadi US$930,2 juta) sementara penuruan terbesar terjadi pada produk mesin/ peralatan listrik (-13,46% YoY menjadi US$4,41 miliar). Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama1Q19 kompak mengalami penurunan masing-masing 14,31% YoY, 7,27% YoY, dan 4,17% YoY.

Maret 2019, neraca perdagangan RI surplus US$540 juta, defisit 1Q19 US$193 juta

Dengan demikian, neraca perdagangan RI pada bulan Maret 2019 tercatat surplus senilai total US$540,2 juta,meningkat sebesar 63,64% MoM dibandingkan dengan surplus Februari 2019 sebesar US$330 juta, namun turun 51,79% YoY dari surplus Maret 2018 sebesar US$1,12 miliar. Sementara itus ecara kumulatif, di 1Q19 neraca perdagangan RI masih mengalami deficit sebesar US$193,4 juta dibandingkan dengan surplus neraca perdagangan 1Q18 US$314,4 juta.

 

 

RingkasanEkonomiMakro

Periode

2015

2016

2017

2018

2019P

PDB

4,8%

5,0%

5,1%

5,17%

5,2%

Rupiah/US$ (Rp)

13.855

13.436

13.555

14.481

15.000

BI 7-day RRR (%)

-

4,75

4,25

6,00

6,50

Inflasi (%)

3,35

3,02

3,61

3,13

4,50

CA/PDB (%)

(2,06)

(1,80)

(1,70)

(3,00)

(2,50)

CadanganDevisa (US$ juta)

105.931

116.362

130.196

120.654

113,661

Sumber: Bank Indonesia, BPS danRiset Lotus Andalan