Equity Research

Equity Detail

Thursday , 16 May 2019 03:27

NERACA PERDAGANGAN RI APRIL 2019 

April 2019 TerjadiDefisit US$2,5 miliar

 

Kinerja EksporApril 2019 Turun 10,8% MoM dan 13,1% YoY

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor RI pada bulan April 2019 tercatat senilai US$ 12,6 miliar, turun 10,8% MoM dari US$14,1 miliar pada bulan Maret 2019. Ekspor nonmigas tercatat sebesar US$11,86 miliar, menyumbang 94,1% dari total ekspor bulan ini, sementara sisanya ekspor migas sebesar US740 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh anjloknya ekspor migas sebesar 35% MoM, sementara dari sector nonmigas, penurunan terdalam terjadi pada sector industry pengolahan (-9,0% MoM), diikuti sector pertambangan (-7,3% MoM), dan pertanian (-6,7% MoM). Secara tahunan, nilai ekspor RI juga mengalami penurunan sebesar 13,1% YoY dari US$14,5 miliar dari bulan April 2018. Hal ini disebabkan terutama karenapenurunan signifikan di sector migas sebesar 37,1%, sementara dari sector nonmigas, sector pertanian, industry pengolahan dan pertambangan juga turun cukup dalam, masing-masing 15,9% YoY, 11,8% YoY dan 6,5% YoY. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia di 4M19 mencapai US$53,2 miliar, turun 9,39% YoY dari US$58,7 miliar di 4M18, dimana 92% diantaranya merupakan ekspor nonmigas yang mencapai US$49 miliar, yang juga mengalami penurunan sebesar 8,54% YoY dari US$53,55 miiliar di 4M18. 

 

Sebaliknya, Kinerja Impor April2019Naik 12,25% MoM, turun6,58% YoY

Dari sisi impor, BPS mencatat nilai impor RI di bulan April 2019mencapai US$15,1 miliar atau naik 12,25% MoM dari US$13,45 miliar pada Maret 2019, dimana jika dirinci, impor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 7,82% MoM sebesar US$12,86 miliar, dan impor migas melonjak 47% MoM menjadi sebesar US$2,24 miliar. 75,03% dari nilai ipmor RI merupakan golongan bahan baku/ penolong atau sebesar US$11,3 miliar (+12,09% MoM). Meski demikian, secara tahunan, nilai impor RI mengalami penurunan sebesar 6,58% YoY dari US$16,2 miliar di April 2018, terutama oleh karena turunnya impor nonmigas sebesar 7% YoY dari US$13,83 miliar di April 2018, dan impor migas yang turun tipis 3,9% YoY dari US$2,33 miliar. Secara kumulatif, nilai impor Indonesia pada 4M19 mengalami penurunan sebesar 7,24% YoY dari US$60,12 miliar pada 4M18 menjadi US$55,77 miliar di 4M19, terutama karena turunnya impor nonmigas (berkontribusi 87,4% terhadap total impor) sebesar 4,48% YoY dari US$51,06 miliar menjadi US$48,77 miliar. Dari segi golongan barang, penurunan terbesar terjadi pada barang golongan mesin/peralatan listrik (-12,59% YoY), kendaraan dan bagiannya (-12,91% YoY) dan benda dari besi-baja (-11,53%), sementara barang-barang yang nilainya meningkat terutama barang serealia (+17,0% YoY), dan berbagai produk kimia (+13,02% YoY).

 

April 2019, defisit neraca perdagangan RI membengkak jadi US$2,5 miliar

Dengan demikian, neraca perdagangan RI pada bulan April 2019 tercatat deficit hingga US$2,5 miliar karena membengkaknya deficit migas sebesar US$1,49 miliar dan deficit nonmigas sebeasr US$1,01 miliar. Secara kumulatif, deficit di 4M19 tercatat sebesar US$2,56 miliar, membengkak hingga 82,5% YoY dari deficit US$1,74 miliar.

 

 

Ringkasan Ekonomi Makro

Periode

2015

2016

2017

2018

2019P

PDB

4,8%

5,0%

5,1%

5,17%

5,2%

Rupiah/US$ (Rp)

13.855

13.436

13.555

14.481

15.000

BI 7-day RRR (%)

-

4,75

4,25

6,00

6,50

Inflasi (%)

3,35

3,02

3,61

3,13

3,50

CA/PDB (%)

(2,06)

(1,80)

(1,70)

(3,00)

(3,25)

Cadangan Devisa (US$ juta)

105.931

116.362

130.196

120.654

126.687

Sumber: Bank Indonesia, BPS dan Riset Lotus Andalan