Investor Reference

Investor Reference adalah ulasan singkat mengenai apa yang terjadi pada bursa saham global yang disertai oleh penjelasan atas peristiwa ekonomi dengan gaya penulisan "Kontan" yang mudah dimengerti oleh awam. Disini juga dibahas rekomendasi saham, review dan prediksi bursa saham Jakarta.

Jika rutin dibaca, Anda dapat mengikuti setiap dinamika bursa saham global dan domestik tanpa harus merasa ketinggalan lagi atau bertanya-tanya (tanpa pernah mendapat jawaban) tentang mengapa saham tertentu naik atau turun tajam.

Contoh salah satu edisi dari Investor Reference adalah sbb:

LOTS Trading Club™ | lots.co.id
Lotus Sekuritas | YJ
Investor Reference 5 Desember 2012

Indeks turun 56 poin tapi empat dari lima saham pilihan LTC kemarin masih mampu memberikan gain. Saham LTC lainnya sebelum ini juga mulai unjuk gigi seperti CTRA, TINS, INCO, INDF, ICBP, PWON dan KLBF. Saham AALI konfirm membentuk formasi doji morning star sehingga intact dengan target 18900-19150. Adapun UNTR, entah apa bentuknya, jelas ada passion untuk menuju target.

Apa yang terjadi di market saat ini cenderung rebalancing, kami pikir. Indeks mulai kehilangan pondasi kuatnya dari saham-saham super big-caps seperti ASII, BMRI atau TLKM. Apa kira-kira yang akan terjadi untuk mempertahankan indeks dari koreksi yang tidak diinginkan?

Rasanya tidak untuk menghajar lagi saham-saham komoditas yang sudah bonyok. Ada cukup alasan, baiklah hanya untuk jangka pendek ini, commodities stocks untuk naik. Misal coal price yang telah sentuh $87 per ton (ingat wacana liberalisasi coal market di China?).

LTC telah mulai dengan akurat merekomendasi INCO, TINS, AALI dan UNTR, hari ini coba untuk betting di ITMG, ADRO dan LSIP. Perhatikan juga kerabat UNTR seperti HEXA dan KOBX.

• ITMG 38550 Buy, Target 40000-40500, Stop Loss 38200.
• ADRO 1340 Buy, Target 1390-1410, Stop Loss 1300.
• LSIP 1900 Trading Buy, Target 2050-2100, Stop Loss 1870.
• LPCK 3275 Buy, Target 3500-3600, Stop Loss 3200.

Atau:

LOTS Trading Club™ | lots.co.id
Lotus Sekuritas | YJ
"Shale Gas: Apa & Bagaimana"


Shale gas, belakangan ini sering kita dengar dan dituding menjadi salah satu penyebab turunnya harga komoditas energi, termasuk batubara. Shale gas adalah gas alam non konvensional. Jika gas alam konvensional yang kita tahu selama ini biasanya ditemukan di cekungan lapisan bumi pada kedalaman ±800m atau lebih. Maka shale gas terdapat di lapisan bebatuan (shale formation) di kedalaman lebih dari 1500m. Lapisan tersebut kaya akan material organic, oleh karenanya dapat menjadi sumber energi.

Shale gas ditemukan pertama kali di New York pada 1821 dan mulai dikembangkan pada tahun 70an dan 80an. Namun shale gas baru bisa diproduksi secara komersial dekade terakhir ini berkat temuan kombinasi teknologi 'horizontal drilling' dan 'hydraulic fracturing'. Setelah pipa bor mencapai lapisan tengah shale, pipa lalu dibelokkan secara horisontal hingga sepanjang ±2km. Jangan tanya saya bagaimana caranya membelokkan pipa dikedalaman tersebut :).

Sepanjang pipa yang horisontal telah dilubangi untuk jalan keluar air yang disemprotkan dengan tekanan tinggi. Cukup tinggi untuk meretakkan lapisan bebatuan yang ada disekitarnya (fracturing). Setelah retak, gas akan keluar dari pori-pori dan celah bebatuan yang kini saling terhubung sehingga mampu menghasilkan gas dalam jumlah yang ekonomis.

Selain air, juga dicampurkan bahan kimia dan atau proppant, material yang dapat menjaga rekahan tetap terbuka selama masa exploitasi gas berlangsung. Proppant dalam jumlah yang cukup bisa diperoleh dari sejenis kacang-kacangan bernama guar. Guar banyak ditanam di India dan oleh karenanya Amerika mengimpor guar dari sana. Ribuan rakyat miskin India mendadak kaya karena datangnya permintaan guar dalam jumlah sangat amat banyak dan dengan harga yang tidak pernah mereka impikan. To be concluded... (Tentang bagaimana shale gas mempengaruhi sektor energi Amerika dan dunia di masa mendatang).