Gagal Menguat, IHSG Parkir di 6.020

Thursday , 07 Dec 2017 12:45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak negatif siang ini. Aksi jual asing berlanjut, saham sektor keuangan dan infrastruktur banyak dilepas.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini stagnan. Dolar AS berada di posisi Rp 13.538 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.538.

Pada perdagangan preopening, IHSG sempat jatuh ke zona merah akibat tekanan jual asing. Saham-saham yang kemarin sempat naik dilanda aksi jual

Mengawali perdagangan, Kamis (7/11/2017), IHSG dibuka naik tipis 0,177 poin (0,01%) ke level 6.035,685. Sementara Indeks LQ45 dibuka turun tipis 0,956 poin (0,09%) ke level 1.018,273.

Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG berkurang 11,866 poin (0,20%) ke level 6.023,642. Sementara Indeks LQ45 melemah 3,367 poin (0,33%) ke level 1.015,862.

IHGS masih melanjutkan pelemahan hingga menutup perdagangan sesi pertama siang ini. IHSG turun 15,041 poin (0,25%) ke 6.020,467. Indeks LQ45 jatuh 4,243 poin (0,42%) ke 1.014,986.

Perdagangan saham berlangsung moderat dengan frekuensi perdagangan 175.766 kali transaksi sebanyak 6,2 miliar lembar saham senilai Rp 2,9 triliun. Posisi tertinggi yang sempat dihinggapi IHGS tercatat di 6.039,295 dan terendah di 6.020,336.

Sebanyak 7 sektor saham melemah, menyeret IHSG ke zona merah. Sebanyak 159 saham menguat, 160 saham melemah dan 100 saham stagnan.

Semalam pasar saham Wall Street berakhir mix cenderung flat. Investor masih menantikan keputusan akhir dari Kongres AS mengenai RUU Reformasi Pajak, serta pembahasan anggaran yang kembali tertunda.

Bursa-bursa Asia siang ini bergerak mix. Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menanjak 257,762 poin (1,16%) ke level 22.434,779.
  • Indeks Hang Seng menguat 133,229 poin (0,47%) ke level 28.358,029.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 19,030 poin (0,60%) ke level 3.274,330.
  • Indeks Straits Times turun 12,390 poin (0,36%) ke level 3.384,910.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Pelat Timah Nusantara (NIKL) naik Rp 470 ke Rp 2.970, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 50.000, Kimia Farma (KAEF) naik Rp 340 ke Rp 2.610 dan United Tractors (UNTR) naik Rp 225 ke Rp 32.900.

Sementara saham-saham yang melemah dan masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 425 ke Rp 79.900, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 325 ke Rp 13.025, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 300 ke Rp 21.000 dan Asahimas (AMFG) turun Rp 300 ke Rp 6.000. 




Sumber : DETIK FINANCE