Harga Minyak Tertekan Lonjakan Pasokan AS

Thursday , 22 Feb 2024 03:51

Harga minyak tertekan pada Kamis pagi (22/2/2024). Hal itu dipicu oleh sentimen pasca rilisnya laporan stok API serta semakin banyaknya kilang Amerika Serikat (AS) yang kembali beroperasi. Meski demikian, situasi di Timur Tengah yang terus memanas hingga saat ini memberikan dukungan pada harga minyak.

 

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri, American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS dalam sepekan mengalami peningkatan masing-masing sebesar 7,17 juta barel dan 415 ribu barel untuk pekan yang berakhir 16 Februari. Data tersebut mengindikasikan kondisi permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.

 

"Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA)," tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Kamis (22/2/2024).

 

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga minyak, perusahaan BP pada hari Rabu mengatakan berencana mengaktifkan kembali kilang Whiting di Indiana yang merupakan kilang terbesar di Midwest AS, ke kapasitas penuhnya sebesar 435 ribu bph. Pihak operasional BP menyebutkan rencananya kilang tersebut akan kembali berproduksi penuh pada bulan Maret.

 

Selain BP, kilang TotalEnergies di Port Arthur, Texas, yang berkapasitas 238 ribu barel juga berupaya mengoperasikan kembali operasionalnya. Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan Retures, tingkat pengoperasian kilang di AS saat ini telah meningkat menjadi 81,5% dari sebelumnya 80,6% pada minggu lalu.

 

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menyebut, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji pada hari Rabu mengatakan bahwa serangan sabotase yang dilakukan oleh Israel telah menyebabkan beberapa ledakan pada pipa gas alam Iran seminggu lalu. Ć½Pernyataan dari Owji tersebut memicu kekhawatiran akan ancaman baru yang berpotensi mengganggu distribusi gas di tengah berlangsungnya ketegangan yang terjadi saat ini di wilayah Timur Tengah,Ć½ tambah Tim Research and Development ICDX.

 

Masih dari Timur Tengah, Tim Research and Development ICDX menyebut, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada hari Rabu mengatakan bahwa mereka menerima laporan tentang ledakan dan kilatan cahaya di Laut Merah selatan 40 mil laut di sebelah barat pelabuhan Hodeidah di Laut Merah Yaman. Berita tersebut semakin menguatkan situasi di jalur Laut Merah yang hingga saat ini masih belum kondusif.

 

"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76 per barel," tutup Tim Research and Development ICDX.

 

Sumber: Investor.id