Dafam Property (DFAM) Targetkan Bisa Kantongi Laba pada Tahun ini

Friday , 13 May 2022 04:35

PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) ingin bisa mengantongi laba tahun berjalan sekitar 3,54 miliar sepanjang 2022. Target tersebut masih lebih baik dibandingkan kerugian yang diderita DFAM pada tahun 2020 dan 2021.

Agar bisa mencetak laba, Sekretaris Perusahaan DFAM Soviadi Nor Rachman membeberkan bahwa pihaknya membidik pendapatan sebesar Rp 120,55 miliar pada tahun ini. DFAM memproyeksikan kenaikan pendapatan sebanyak 42,44% ketimbang realisasi pada tahun lalu, yakni sebesar Rp 84,63 miliar.
 
"Proyeksi DFAM di tahun 2022, pendapatan Rp 120,55 miliar, laba tahun berjalan Rp 3,54 miliar. Kami berharap tahun 2022 bisa membukukan laba," kata Soviadi kepada Kontan.co.id, Jum'at (13/5).
 
Sekadar mengingatkan, pada tahun lalu pendapatan bersih DFAM merosot 4,99% dari Rp 89,08 miliar pada 2020, menjadi Rp 84,63 miliar. Sedangkan rugi bersih tahun berjalan DFAM meningkat 4,66% dari 14,36 miliar menjadi Rp 15,03 miliar pada 2021.
 
Sepanjang tahun lalu, DFAM membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 14,23 miliar dan kepada kepentingan non-pengendali sejumlah Rp 799,75 juta.
 
Soviadi menjelaskan, merosotnya pendapatan DFAM terutama disebabkan oleh dampak pandemi covid-19 yang masih signifikan pada tahun lalu. Sedangkan penurunan laba bersih terbesar berada pada bidang usaha persewaan.
 
Sebab, para penyewa atau tenant yang usahanya terdampak covid-19 meminta keringanan atas uang sewa. Kemudian, covid-19 juga memukul lini bisnis perhotelan atau Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE).
 
"Sedangkan pada bidang usaha properti, penurunan pendapatan per kapita menyebabkan masyarakat memilih untuk saving money atau lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, bank juga lebih selektif dalam mengucurkan KPR," terang Soviadi.
 
Supaya bisa memperbaiki kinerja pada tahun ini, DFAM pun sudah menyiapkan sejumlah strategi. Pertama, mencari strategic partner atau pemilik lahan yang bersedia bekerjasama untuk membangun kawasan hunian, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kedua, melakukan revaluasi asset.
 
Ketiga, mengurangi liabilitas yang didapat dari hasil penjualan perumahan dan penjualan asset investasi, sehingga beban keuangan atau bunga bisa berkurang. Keempat, digitalisasi bisnis proses operation DFAM agar lebih efektif dan efisien.
 
Soviadi membeberkan, untuk tahun ini DFAM mengincar pendapatan dari segmen bisnis hotel sebesar Rp 62,32 miliar dengan proyeksi tingkat okupansi sebanyak 74,26%. Kemudian, DFAM membidik pendapatan Rp 3,27 miliar dari segmen bisnis rental building.
 
Sedangkan dari segmen bisnis properti, DFAM menargetkan penjualan sebesar Rp 54,96 miliar. Untuk tahun ini, DFAM akan menggarap dan memasarkan sejumlah proyek properti.
 
Meliputi proyek KSO Dafam Tiga Putra di Madiun, Magetan dan Caruban. Kemudian proyek Madanaya Modern Residence di Gringsing - Batang, Jatayu Residence - Batang, dan GAIA Residence di Semarang. Adapun untuk tahun ini, DFAM belum mengestimasikan belanja modal.
 
Sumber: Kontan.co.id