Punya prospek cerah, begini rekomendasi saham Elang Mahkota (EMTK)

Tuesday , 23 Feb 2021 08:01



PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) bergabung ke jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun. Berdasar RTI, kapitalisasi pasar EMTK sebesar Rp 129,25 triliun per Senin (22/2).

Pada penutupan perdagangan Senin (22/2) saham EMTK menguat 1,33% ke harga Rp 2.290. Adapun dalam tiga bulan terakhir, harga saham EMTK sudah melesat 154,44%.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, kinerja fundamental EMTK pada tahun lalu terbilang positif meskipun berada dalam masa pandemi Covid-19. Adapun pada tahun 2019 dan 2018 emiten ini tercatat masih mengalami net loss.

Hingga September 2020, emiten ini mencetak pendapatan sebesar Rp 8,52 triliun atau meningkat dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 8,12 triliun. Di saat yang sama EMTK mengantongi laba bersih Rp 476,57 miliar, padahal pada periode yang sama tahun 2019 EMTK masih merugi Rp 958,44 miliar.

Sekarang ini price earning ratio (PER) EMTK berada di 20.33 kali. Sedangkan, sambung Nafan, PER industrinya berada pada 49.48 kali. Menurutnya, saham EMTK masih cukup menarik dengan pergerakan harga saham EMTK yang kecenderungan uptrend. Dari segi DER EMTK juga masih tergolong rendah, yakni pada 55%.

Peluang bisnis EMTK juga datang dari tren masyarakat yang serba digitalisasi, serta komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur sehingga mempermudah segala akses. Sebagai emiten yang berbasis teknologi Nafan memandang EMTK masih memiliki prospek bisnis yang menarik.

ýPeluang bisnis berupa tren masyarakat yang serba digitalisasi. Untuk segmen media, peluangnya juga bagus dengan terjadinya peningkatan belanja iklan,ý katanya, Senin (22/2).

Hanya saja, pendemi Covid-19 masih menjadi tantangan dan dapat menghambat distribusi logistik untuk bisnis yang berbasis teknologi. Nafan menyarankan pelaku pasar untuk bisa akumulasi saham EMTK dengan target harga jangka panjang pada Rp 2.790 per saham.

Analis CSA Research Inistitute Reza Priyambada juga mengatakan hal yang senada. Reza bilang emiten yang bergerak pada tiga divisi usaha utama, yaitu media, telekomunikasi dan solusi TI, serta konektivitas ini masih memiliki prospek yang menarik. Hanya saja, ketatnya persaingan bisa menjadi tantangan untuk emiten ini.

ýApalagi ini berkaitan dengan telekomunikasi dan teknologi, maka tantangannya inovasi dan pengembangan bisnis serta persaingan karena akan banyak perusahaan serupa yang masuk ke pasar ini,ý pungkas Reza.

sumber : kontan.co.id