WIKA Garap Proyek Goree Tower Senegal

Tuesday , 03 Dec 2019 11:21
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan AGPBE telah menandatangani kontrak Tahap 1 Goree Tower Project di Senegal.
 
Pekerjaan Proyek Goree Tower di Senegal ini memiliki nilai kontrak tahap 1 sebesar 50 juta euro dimana menjadi bagian dari kesepakatan total sebesar 250 juta euro.
 
Proyek ini merupakan tindak lanjut konkret business deals antara pemerintah Senegal dengan WIKA dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank pada acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali, pada Agustus 2019 lalu.
 
Proyek prestisius kawasan Mixed-Used building dengan tipe proyek full design & build dikerjakan oleh WIKA selaku kontraktor utama dengan masa pelaksanaan 24 bulan dimana skup pekerjaan Perseroan meliputi pembangunan Hotel bintang 5 dengan 33 lantai, sky dining, gedung perkantoran, convention center, dan residential apartment.
 
“Kerja sama yang akan direalisasikan ini merupakan salah satu milestone kiprah BUMN Karya Indonesia di Afrika Barat, dimana WIKA memang mampu mengerjakan proyek mulai dari social housing di Afrika sampai proyek besar dan prestisius seperti Goree Tower Project ini,” ujar Direktur Operasi III yang membawahi Divisi Luar Negeri Destiawan Soewardjono dalam keterangan resmi, Selasa (3/12).
 
Ia menekankan bahwa pasar luar negeri adalah potensi yang harus diimplementasi. Dengan demikian, masukknya WIKA di pasar infrastruktur dan gedung Afrika sesuai dengan strategi bisnis WIKA yang menyasar negara-negara berkembang dengan kebutuhan infrastruktur yang tinggi.
 
Untuk pelaksanaan proyek, WIKA mendapat fasilitas pembiayaan National Interest Account (NIA) dengan skema Buyer’s Credit melalui LPEI. Peyaluran fasilitas ini sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperluas ekspor Indonesia ke negara non tradisional termasuk Afrika.
 
Buyer’s credit sendiri merupakan fasilitas yang hanya dapat disediakan oleh LPEI dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor Indonesia dari sisi pembeli atau demand side. Skema ini merupakan bentuk nyata dari peran LPEI sebagai fill the market gap.
 
Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly menambahkan, proyek Goree Tower Senegal menambah keyakinan Internasional bahwa perusahaan Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar global.
 
“Kinerja ekspor perusahaan nasional sangat penting bagi peningkatan nilai neraca perdagangan. Untuk itu, diperlukan upaya dalam meningkatkan nilai ekspor baik dari sisi volume maupun pasar tujuan ekspor,” ucap Sinthya.
 
 
 
 

Sumber : ANTARANEWS.COM