Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 22 Sep 2017 09:36

GLOBAL UPDATE

Bursa AS pada perdagangan kemarin malam kompak ditutup melemah tipis karena perkiraan hasil pertemuan The Fed dengan ekspektasi rencana penaikkan FFR serta penurunan saham-saham pertambangan di bursa Amerika. Dow Jones, S&P dan Nasdaq ditutup melemah 0,2%, 0,3% dan 0,5% di posisi 22.359, 2.500, dan 6.422. Bursa Eropa bergerak mixed dimana bursa DJ Euro Stoxx naik 0,4% ke posisi 3.539,6 karena optimisme pasar atas menurunnya tensi AS dan Korut. Namun Bursa Inggris kembali melemah di tengah isu Brexit yang semakin kuat dan semakin pesimisnya seluruh elemen atas rencana tersebut akan memberikan dampak yang lebih baik bagi Inggris. FTSE 100 ditutup melemah 0,1% di posisi 7.263.

NEWS HIGHLIGHTS

-  Penjualan mobil ASII tumbuh 9% YoY
-  ASRI targetkan penjualan perkantoran The Tower
-  RALS atur strategi naikkan kinerja
 - TBIG mengucurkan utang Rp 700 miliar ke anak usaha
 - ANTM pertahankan Indonesia Chemical Alumina
 - Ratio DPR TLKM sebanyak 70%
 - SIAP akui punya sumber tambang besar
 - ENRG konversi utang Rp 410 miliar
 - MLIA menjual Muliakeramik
 - JPFA buyback saham
 - Dividen naik, bisa hambat ekspansi BUMN
 - BUMN konstruksi pastikan kas aman

Berita Emiten

Friday , 22 Sep 2017 09:39

CORPORATE

Penjualan mobil ASII tumbuh 9% YoY
Saat ini, ASII menguasai 56% pangsa pasar. selama Januari-Agustus tahun ini, ASII berhasil menjual 398.995 unit mobil. Angka itu tumbuh 9% YoY. Tahun ini, penjualan mobil nasional diprediksi akan mencapai sekitar 1,1 juta unit. Apabila ASII tetap menguasai 56% pangsa pasar, maka di akhir tahun nanti emiten ini mampu menjual sekitar 616.000 unit mobil.

ASRI targetkan penjualan perkantoran The Tower
ASRI siap meluncurkan proyek baru. Salah satu proyek yang tengah dijual atau disewakan adalah perkantoran The Tower di Jakarta. Nilai jualnya sekitar Rp 50 juta per meter persegi per unit. Marketing sales ASRI cenderung flat pada 1H17 senilai Rp 1 triliun tidak jauh berbeda dengan marketing sales di 1H16 sebesar Rp 966 miliar. Porsi marketing sales 50:50 antara residensial dan komersial.

RALS atur strategi naikkan kinerja
Daya beli masyarakat yang belum membaik, RALS memilih melancarkan strategi spin off untuk bisnis supermarket dan department store. Selain itu, RALS serius melakukan efisiensi. Hingga September 2017, sudah ada delapan gerai supermarket yang ditutup. Lokasinya ada di Sabang, Bogor, Surabaya, Gresik, Banjarmasin, Pontianak dan Bulukamba. Penutupan dilakukan karena penjualan dari supermarket sudah tidak terlalu menarik. RALS berencana mengubah beberapa gerai supermarket menjadi department store.

TBIG mengucurkan utang Rp 700 miliar ke anak usaha
TBIG mengucurkan pinjaman antarperusahaan (intercompany loan) sebesar Rp 700 miliar kepada PT Solu Sindo Kreasi Pratama. Pencairan pinjaman dilakukan pasca tuntasnya penerbitan obligasi berkelanjutan II TBIG tahap III tahun 2017 dengan nilai pokok Rp 700 miliar. Solu Sindo akan menggunakan dana pinjaman ini untuk membayar sebagian utang yang terkait dengan fasilitas pinjaman revolving seri B dalam facilities agreement senilai US$ 1 miliar. Pembayarannya akan dilakukan melalui United Overseas Bank Ltd. sebagai agen.

ANTM pertahankan Indonesia Chemical Alumina
ANTM tetap mempertahankan PT Indonesia Chemical Alumina. Namun, porsi kepemilikan ANTAM di perusahaan patungan bersama Showa Denko KK itu bisa berubah menjadi minoritas. Setelah Showa pergi, ANTM kini tengah mencari partner strategis yang bersedia membeli sebagian saham Indonesia Alumina. Tapi, tidak semua saham akan dilepas ANTM karena Indonesia Chemical Alumina juga merupakan bagian dari proyek negara.

Ratio DPR TLKM sebanyak 70%
TLKM memiliki dividen payout ratio yang cukup besar. Tahun buku 2016, TLKM mengalokasikan 70% laba bersih sebagai dividen. Nilai dividen yang dibagikan setara dengan Rp 13,55 triliun. Pendapatan negara dalam bentuk dividen ini pun tercatat sebagai yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. Dividen yang dibagikan TLKM tampak sangat besar bila dibandingkan kontribusi perusahaan BUMN lainnya.

SIAP akui punya sumber tambang besar
SIAP menargetkan produksi batubara berkalori rendah mulai tahun depan lewat anak usaha, PT Indo Wana Bara Mining Coal. SIAP menyebut, Indo Wana memiliki potensi batubara 533 juta ton batubara yang selama ini tidak masuk sebagai aset dalam hitungan laporan keuangan sehingga masih ada potensi besar.

ENRG konversi utang Rp 410 miliar
ENRG berencana merestrukturisasi sebagian utang lewat penerbitan saham biasa seri B atas nama tanpa hak memesan efek terlebih dahulu alias private placement. Rencananya, ENRG akan menerbitkan sebanyak 3,94 miliar saham atau sebesar 39,11% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Konversi utang menjadi saham akan dilakukan pada tiga kreditur. Ketiga kreditur ini adalah Greenwich International Limited dengan jumlah utang US$ 23,3 juta, Stallion Investment Pte Ltd dengan jumlah utang US$ 2,46 juta, dan Ultrapro Ltd dengan nilai utang US$ 5,07 juta.

MLIA menjual Muliakeramik
MLIA menjual 799,2 juta saham anak usahanya, PT Muliakeramik Indahraya berserta seluruh hak yang melekat pada saham tersebut kepada PT Eka Gunatama Mandiri (EGM) yang merupakan pemegang saham utama MLIA. Nilai transaksi mencapai antara 20% sampai 50% dari ekuitas MLIA, berdasar laporan keuangan 30 Juni 2017. Rencana transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi.

JPFA buyback saham
JPFA melakukan buyback saham perusahaan. Harga rata-rata per saham tersebut yakni Rp 1.165,56 per saham. Pada perdagangan kemarin lusa, Saham JPFA berada pada level 1.165. Angka tersebut meningkat 0,43% dari harga penutupan hari sebelumnya yang berada di level 1160 per saham.

SECTORAL

Dividen naik, bisa hambat ekspansi BUMN
Pemerintah menaikkan target penerimaan lewat dividen BUMN . Artinya, ada potensi emiten BUMN akan menaikkan porsi dividen. Sebelumnya, BUMN hanya menyanggupi setoran dividen BUMN tahun 2018 sebesar Rp 44,7 triliun. Jumlah ini bertambah Rp 3,7 triliun, dibandingkan target dividen BUMN 2017 yang dipatok sebesar Rp 41 triliun.

BUMN konstruksi pastikan kas aman
Emiten konstruksi memastikan memiliki pendanaan yang cukup untuk menggarap proyek-proyek konstruksi. PTPP masih masih memiliki beberapa alternatif pendanaan hingga akhir tahun 2017 salah satunya kas Rp 7 triliun dan plafon pinjaman bank Rp 13 triliun. PTPP juga memiliki rencana penerbitan perpetual bond di kuartal IV mendatang. Nilainya sekitar Rp 2 triliun-Rp 3 triliun. Saat ini, total ekuitas PTPP sebesar Rp 11,7 triliun. Lalu, total kewajibannya Rp 20,1 triliun. WSKT juga masih yakin bisa menjaring pendanaan baru. Memang, rencana divestasi 10 ruas jalan tol WSKT melalui skema tender tak berhasil dilakukan. Tapi WSKT memastikan, arus kas perusahaan masih aman. Di awal tahun depan, WSKT yakin bisa memperoleh pembayaran proyek sebesar Rp 30 triliun. Sementara itu, ADHI masih mencari cara untuk merampungkan proyek LRT fase I. Hingga akhir tahun, ADHI menargetkan penyelesaian proyek ini berkisar 28%-30 karena ADHI belum menerima dana segar Rp 2 triliun dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui penyertaan modal negara (PMN).

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance