Daily Views

Bursa Hari Ini

Monday , 17 May 2021 08:10

GLOBAL UPDATE
Bursa ekuitaa AS mengakhiri perdagangan pekan lalu di teritori positif. Indeks Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) menguat +1,1% (360 poin) ke level 34.382. Indeks S&P 500 menguat +1,5% ke level 4.175 dan Indeks Nasdaq melemah -2,3% menjadi 13.429. Saham teknologi merupakan saham dengan kinerja terbaik, Tesla menguat lebih dari +3%. Facebook + 3,5%, sedangkan Alphabet dan Microsoft naik lebih dari +2%. Apple, Amazon dan Netflix juga semuanya naik lebih dari +1%. Sementara, Kementerian Ketenagakerjaan AS melaporkan, jumlah klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 8 Mei 2021 berkurang 34.000 menjadi 473.000. Angka ini di bawah konsensus sebesar 490.000. Hal ini direspon positif oleh pelaku pasar. Dari Eropa, Pan European Stoxx 600 ditutup lebih tinggi sebesar 1,2%, dengan saham otomotif yang meroket 1,9%. Bursa Eropa menguat mengikuti pergerakan bursa Asia yang sebelumnya juga ditutup menguat dipimpin Nikkei. Volatilias pasar pekan ini dipengaruhi oleh data inflasi AS bulan April yang melonjak 4,2% dibanding tahun lalu, tertinggi sejak 2008. Kenaikan inflasi ini dikhawatirkan memicu the Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneternya.

MARKET MOVEMENT
IHSG ditutup melemah -37,43 poin (-0,63%) ke level 5.938 setelah bergerak konsisten di zona merah pada rentang 5.911-5.966 pada Selasa (11/5). Hampir keseluruhan sektoral IHSG juga ditutup di zona merah, dipimpin oleh sektor industri (-2,56%) dan teknologi (-1,24%). Adapun, investor Asing mencatatkan keseluruhan Net Sell sebesar Rp -60,33 miliar pada Selasa (11/5), dengan YTD 2021 masih mencatatkan Net Buy mencapai Rp 9,56 triliun. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat stargnan di Rp 14.198/US$. Penurunan harga komoditas dan pelemahan mayoritas bursa regional menjadi sentimen penekan indeks. Sementara, kekhawatiran akan penghentian sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 terkait pengujian keamaanan vaksin turut menjadi sentimen negatif. Investor menanti rilis laporan neraca perdagangan Indonesia untuk periode April 2021, yang diperkirakan masih surplus US$ 1,2 miliar. IHSG pada awal pekan ini berpeluang menguat, bergerak pada rentang 5.892-5.972.

NEWS HIGHLIGHTS

- AMRT Bagi Dividen Rp 386 Miliar
- Penjualan Semen 1Q21 INTP +1,3% YoY
- Laba 1Q21 ITMG Tumbuh +191% YoY
- Penjualan 1Q21 MAPA -92% YoY
- BBTN Ingin Dongrak Kapitalisasi Saham Via Skema LTI
- ANTM Gandeng Perusahaan Singapura untuk Olah Nike
- INCO Siap Tebar Dividen Tunai Sebesar Rp469,98 Miliar
- Pasca IPO, LUCY Kebut Pengembangan Gerai
- Penjualan Mobil Domestik Naik +903% YoY di April

Berita Emiten

Monday , 17 May 2021 08:12

AMRT Bagi Dividen Rp 386 Miliar
AMRT akan melakukan pembagian dividen final senilai Rp 386,17 miliar atau setara Rp 9,3 per saham untuk tahun buku 2020 pada 4 Juni 2021. Adapun, cum dan ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 19-20 Mei 2021.
 

Penjualan Semen 1Q21 INTP +1,3% YoY
INTP mencatatkan volume penjualan semen sebanyak 3,9 juta ton (+1,3% YoY), dengan total volume penjualan semen dan klinker mencapai 4,1 juta ton (+3,7% YoY) sepanjang 1Q21. Volume penjualan di luar pulau Jawa bertumbuh +11,3% YoY dan pangsa pasar meningkat menjadi 16,1% (prev: 15,1%). Adapun, INTP menargetkan pertumbuhan volume penjualan sebesar +5% YoY untuk tahun 2021.

Laba 1Q21 ITMG Tumbuh +191% YoY
ITMG mencatatkan pertumbuhan laba bersih mencapai +191% YoY menjadi US$ 42 juta, meski pendapatan turun menjadi US$ 284 juta (-22,3% YoY). Peningkatan bottomline ditopang oleh efisiensi beban dan kenaikan ASP batubara menjadi US$ 68,1 per ton (+29% QoQ, +16% YoY). Total volume penjualan sebanyak 4,1 juta ton dengan mayoritas masih untuk pasar ekspor, dipimpin oleh Jepang sebanyak 0,9 juta ton. Adapun, GPM naik ke level 30% dan EBITDA naik +48% YoY.

Penjualan 1Q21 MAPA -92% YoY

MAPA membukukan penjualan sebesar Rp 1,28 triliun (-13,12% YoY) dan laba bersih sebesar Rp 5,07 miliar (-92,67% YoY) pada 1Q21. Mayoritas penjualan di berbagai wilayah mengalami penurunan, dengan Pulau Jawa turun menjadi Rp 851,96 miliar (-21,4% YoY). Adapun, penjualan eceran tercatat -16,11% YoY menjadi Rp 1,08 triliun, sementara penjualan non-eceran +8,76% YoY menjadi Rp 192,12 miliar.

BBTN Ingin Dongrak Kapitalisasi Saham Via Skema LTI
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memberikan program variable compensation kepada karyawannya dalam bentuk long term incentive (LTI) sebesar Rp275 miliar. Program hal ini diluncurkan mulai 6 hingga 28 Mei 2021 untuk tahap kedua. Manajemen perseroan menjelaskan program ini nantinya digunakan untuk membeli saham di pasar sekunder. Perseroan juga menegaskan kegiatan ini bukan merupakan pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

ANTM Gandeng Perusahaan Singapura untuk Olah Nikel
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meneken Perjanjian Pendahuluan (Heads of Agreement/HoA) Pengembangan Bisnis Pemurnian Nikel dengan dua partnernya. HoA ini ditujukan untuk membentuk ekosistem bisnis pemurnian nikel di Konawe Utara dan Morowali Utara, Sulawesi Tenggara. Penandatanganan ini dilakukan antara perusahaan dengan Alchemist Metal Industry Pte, Ltd. asal Singapuran dan PT Gunbuster Nickel Industry pada 6 Mei 2021.

INCO Siap Tebar Dividen Tunai Sebesar Rp469,98 Miliar
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) siap membagikan dividen atas kinerja tahun buku 2020 sebesar Rp469,98 miliar atau Rp47,3 per saham. Sebagai pemegang saham INCO, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND akan mendapatkan bagian dividen sekitar Rp93,99 miliar.

Pasca IPO, LUCY Kebut Pengembangan Gerai
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), pemilik & pengelola Lucy in The Sky, telah resmi melantai di bursa saham pada 5 Mei 2021 lalu. Melalui Initial Public Offering (IPO), perseroan menghimpun dana publik sebesar Rp 33,7 miliar atau senilai 337,5 juta lembar saham. Setelah mendapatkan dana tersebut, perseroan telah melanjutkan rencana ekspansi untuk pengembangan bisnis. Perseroan telah merealisasikan strategi pengembangan pada 2Q21, Di antaranya, renovasi gerai Lucy in The Sky yang berlokasi di SCBD Jakarta yang ditargetkan dapat selesai pada Juni 2021. Selain itu, rencana pembukaan gerai di Senayan Park sudah masuk tahap finalisasi kontrak, dan ditargetkan akan dibuka pada September 2021. Rencana selanjutnya pembukaan gerai di PIK (Pantai Indah Kapuk), yang sudah masuk dalam proses negosiasi dalam kontrak sewa.

Sektoral:
Penjualan Mobil Domestik Naik +903% YoY di April

Penjualan mobil domestik melejit 903% menjadi 78.908 unit April 2021, dibandingkan bulan sama tahun lalu 7.868 unit. Hal itu ditopang bergulirnya insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil baru dan mulai bergeraknya mobilitas dan aktivitas ekonomi. Meski begitu, dibandingkan Maret 2021, penjualan mobil bulan lalu turun 7% dari 84.915 unit. Padahal, daftar penerima insentif PPnBM meningkat, seiring perluasan insentif itu ke mobil berkapasitas mesin hingga 2.500 cc, dari sebelumnya di bawah 1.500 cc serta penurunan syarat pembelian komponen dalam negeri (local purchase).

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance