Daily Views

Bursa Hari Ini

Thursday , 17 Oct 2019 08:36

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin berlangsung cukup fluktuatif dan ditutup menguat tipis 0,2% berada pada level 6.169,6. Penguatan yang terjadi tergerus oleh aksi tekanan jual investor untuk merealisasikan keuntungan yang menyasar saham-saham berbasis sektoral perkebunan, pertambangan, aneka industri, infrastruktur dan perdagangan. Aksi akumulai saham masih terjadi pada saham-saham berbasis sektoral industri dasar, konsumer, peropreti, finansial dan manufaktur. Investor asing tercatat maih membukukan transaksi net sell senilai Rp 195 miliar sedangkan nilai tukar Rupiah ditutup stagnan berada pada level Rp 14.172 per dolar AS. Sementara itu, bursa Asia pada perdagangan pagi hari ini dibuka cenderung flat dimana indeks Nikkei dan KOSPI naik tipis masing-masing sebesar 0,03% dan  0,01% akibat sikap wait & see menanti rilis kinerja emiten 3Q19. IHSG pada hari ini kami perkirakan bergerak kembali berfluktuatif dalam rentang yang terbatas antara kisaran 6.100 – 6.200 sembari menanti rilis kinerja emiten 3Q19.

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan tadi malam ditutup melemah akibat fokus investor terhadap berlarutnya eskalasi tensi perang dagang AS-Tiongkok pasca DPR AS mengeluarkan Undang-Undang yterkait dengan protes pro-demokrasi di Hongkong. Turunnya data penjualan ritel AS di bulan September 2019 pertama kalinya dalam 7 bulan sebelumnya juga memberikan kontribusi atas pelemahan yang terjadi. Sikap wait & see investor atas kinerja emiten periode 3Q19 akan mempengaruhi pergerakan bursa global hingga akhir bulan ini. Indeks Dow Jones dan Nasdaq melemah tipis masing-masing sebesar 0,1% dan 0,3% ditutup berada pada level 27.001,9 dan level 8.124,2. Indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing melemah ke level 7.168,0(-0,6%) dank e level 3.599,3 (+0,00%). 

News Highlights                               

Ø  GIAA teken KSO dengan Merpati

Ø  WIKA gandeng BUMN Taiwan bidik proyek Rp 20 Triliun

Ø  BBRI berencana gandeng Alipay

Ø  JSMR jajaki penerbitan KIK-EBA dan Dinfra

Ø  ADHI raih kontrak Rp 7,6 triliun

Ø  DSNG kantongi pinjaman Rp 624 miliar

Ø  PBRX Mengejar Pendapatan US$ 387 Juta

Ø  PEHA Akan Membangun Pabrik Bahan Baku Obat 

Berita Emiten

Thursday , 17 Oct 2019 08:38

GIAA teken KSO dengan Merpati

GIAA dengan sejumlah perusahaan BUMN meneken kerja sama operasi bersama dengan PT Merpati Nusantara Airlines untuk membantu Merpati kembali mengangkasa di langit Indonesia. GIAA akan memfasilitasi 5 unit pesawat kargo yang dimiliki saat ini dan akan menambah 3 unit pesawat pada 2020 untuk digunakan Merpati dalam pengangkutan kargo

WIKA gandeng BUMN Taiwan bidik proyek Rp 20 Triliun

WIKA menggandeng BUMN Taiwan untuk mengikuti tender konstruksi bandar udara di Taiwan. Nilai proyek ini diperkirakan mencapai Rp 20 triliun. Saat ini proses tendernya masih dalam tahap persiapan. Perseroan memperkirakan proses tender akan berlangsung pada Desember 2019. Lantaran lumayan besar, proyek ini berpeluang mendongkrak nilai kontrak baru perseroan tahun ini.

BBRI berencana gandeng Alipay

BMRI tengah mengajukan izin sebagai pelaku dompet elektronik lintas negara alias cross border e-wallet ke Bank Indonesia. Izin diajukan lantaran bank berlogo pita emas ini tengah menggodok kerja sama dengan dompet elektronik asal Cina Alipay.

JSMR jajaki penerbitan KIK-EBA dan Dinfra

JSMR mengkaji dua opsi pendanaan dari pasar modal, yakni Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Efek Beragun Aset (EBA) dan KIK Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra). Opsi pendanaan ini akan dieksekusi sebelum akhir 2019. Saat ini, pihaknya masih dalam tahap sosialisasi, sehingga belum bisa menjelaskan target dana dari instrumen tersebut. 

ADHI raih kontrak Rp 7,6 triliun

ADHI mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 7,6 triliun pada 2019 hingga September. Nilai kontrak tersebut naik 11,7% MoM. Lini bisnis konstruksi dan energi menjadi penyumbang terbesar bagi perolehan kontrak baru perseroan pada 2019.

DSNG kantongi pinjaman Rp 624 miliar

DSNG mendapatkan fasilitas kredit jangka panjang dari BBCA senilai Rp 624 miliar. Penandatanganan pemberian pinjaman ini dilaksanakan pada Jumat, 11 Oktober 2019. Pinjaman ini akan digunakan untuk investasi pada perusahaan dan anak perusahaannya berupa penambahan infrastruktur kebun, mesin untuk produk olahan kayu, alat berat, dan investasi Tanaman Belum Menghasilkan.

PBRX Mengejar Pendapatan US$ 387 Juta

PT Pan Brothers Tbk (PBRX) pada tahun ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10%-15% dibanding realisasi 2018 yang sebesar US$ 611,4 juta. Dengan begitu, perusahaan ini menargetkan pendapatan pada 2019 bisa mencapai US$ 672,54 juta-US$ 703,11 juta.

PEHA Akan Membangun Pabrik Bahan Baku Obat

PT Phapros Tbk (PEHA) berencana membangun pabrik bahan baku obat. Hal ini dilakukan demi mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku obat impor.