Daily Views

Bursa Hari Ini

Tuesday , 30 Nov 2021 08:43

GLOBAL UPDATE
Bursa ekuitas AS ditutup menguat pada perdagangan awal pekan, merespon tanggapan Presiden Joe Biden terkait varian Omicron. Indeks DJIA naik +0,68% menjadi 35.135,94, indeks S&P 500 naik +1,32% menjadi 4.655,27 dan Nasdaq Composite +1,88% ke level 15.782,83. Presiden AS, Joe Biden mengumumkan tidak akan melakukan lockdown dan pembatasan perjalanan yang baru sebagai langkah antisipasi varian Omicron. Investorjuga mencermati pernyataan Moderna yang mengumumkan dapat meluncurkan vaksin yang diformulasikan ulang terhadap varian Omicron pada awal tahun depan. Di sisi lain, saham bank-bank besar rebound mengikuti pemulihan yield US Treasury. Dari data, penjualan rumah tertunda AS kembali tumbuh sebesar +7,5% MoM (Sept: -2,4% MoM) pada Oktober. Dari Eropa, indeks Pan-European Stoxx 600 ditutup +0,69% menjadi 467,24, didorong kenaikan saham migas (+2,2%). Harga minyak mentah berjangka Brent rebound menjadi US$ 74,79 per barel (+2,8%), jelang pertemuan OPEC pada Kamis (2/12). Indeks regional utama juga ditutup di zona hijau dengan indeks DAX +0,16%, CAC 40 naik +0,54% dan FTSE 100 naik +0,94%. Kepercayaan konsumen zona Euro kembali turun ke level -6,8 (Okt: -4,8) di bulan November, sesuai ekspektasi. Fokus hari ini tertuju pada rilis data IHK November zona Euro yang diperkirakan +4,5% YoY. Bursa utama Asia melanjutkan pelemahan dengan indeks Shanghai Composite -0,04%, Nikkei 225 turun -1,63%, KOSPI -0,92% dan Hang Seng -0,95%. Investor masih mencermati perkembangan dan dampak penyebaran varian Omicron. Adapun PM Jepang, Fumio Kishida menyatakan akan menutup perbatasan Jepang bagi warga negara asing mulai Selasa (30/11). Dari data, penjualan ritel Jepang tercatat tumbuh positif untuk pertama kali dalam tiga bulan sebesar +0,9% YoY (Sept: -0,5% YoY) pada Oktober, namun dibawah ekspektasi konsensus yang sebesar +1,1% YoY.

MARKET MOVEMENT
IHSG bergerak mixed dan ditutup +46,74 poin (+0,71%) ke level 6.608,3 pada awal pekan. 7 dari 11 sektoral IHSG ditutup di zona hijau, dengan sektor infrastruktur (+1,59), serta transportasi dan logistik (+1,2%) memimpin penguatan. Sementara, investor asing mencatatkan Net Sell mencapai Rp -1,17 triliun di seluruh pasar, dengan Net Sell Asing terbesar dicatatkan oleh saham BBRI (Rp -282,9 miliar). Di sisi lain, nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp 14.319/US$ (+0,27%), ditengah penurunan indeks dolar jelang testimoni Gubernur The Fed, Jerome Powell. Pergerakan indeks cenderung fluktuatif mengikuti sentimen regional dan global. Adapun, pelaku pasar masih spekulatif terhadap dampak penyebaran varian  Omicron terhadap pemulihan ekonomi. Fokus pekan ini akan tertuju pada rilis data inflasi periode November yang dijadwalkan pada Rabu (1/12). IHSG pada perdagangan hari ini masih berpeluang bergerak fluktuatif pada rentang 6.480-6.650.

NEWS HIGHLIGHTS

- WSKT Kantongi Kontrak Baru Sebesar Rp128 Miliar
- ISAT Membagikan Dividen IDR 1,748.27 per saham
- ZINC Tuntaskan Pembangunan Smelter Timbal Senilai US$ 15 Juta
- BRMS mencatatkan Laba Bersih +154% YoY di 3Q21
- BRMS Siap Tambah Produksi Emas 4.000 Ton per Hari

Berita Emiten

Tuesday , 30 Nov 2021 08:44

WSKT Kantongi Kontrak Baru Sebesar Rp128 Miliar
Nilai kontrak baru PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bertambah setelah mendapat kontrak teranyar pada Jumat, (26/11) senilai Rp 128 miliar.Adapun melalui melalui unit bisnis EPC Division (Engineering, Procurement & Construction Division) WSKT berhasil meraih kontrak baru pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ( PLTM ) Bayang Nyalo berkapasitas 2x3 MW di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. PLTM ini akan memanfaatkan aliran Sungai Bayang Nyalo dengan luas daerah aliran sungai 98,50 km2, di mana rata-rata curah hujan tahunan 2.516 mm, debit rencana 6.26 m3/detik, debit banjir Q50 : 501.30 m3/detik dan debit banjir 100 : 564.20 m3/detik. Sementara rencana tenaga hidro sendiri net head 100.51 m dan kapasitas terpasang 6 MW.

ISAT Membagikan Dividen IDR 1,748.27 per saham

PT Indosat Tbk (ISAT) berencana membagikan dividen sebesar Rp 9.5 triliun (IDR 1,748.27 per saham) berdasarkan hasil RUPSLBnya yang digelar Jumat pekan lalu (26/11). Dividen ini terdiri dari dividen tahunan sebesar Rp 4.5 triliun (Rp 828.13 per saham) dan dividen interim sebesar Rp 4,99 triliun (Rp 920.14 per saham). Total rasio pembayaran dividen interim ISAT mencapai 86% dari laba bersih 3Q21 dari Rp 5.8 triliun.

ZINC Tuntaskan Pembangunan Smelter Timbal Senilai US$ 15 Juta

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) merampungkan pembangunan smelter timah hitam atau timbal (Pb) di wilayah operasionalnya, di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Pembangunan smelter yang menelan investasi sebesar US$ 15 juta atau setara Rp 214,81 miliar dimulai sejak tahun 2016. Smelter timbal yang dibangun sejak tahun 2016 direncanakan mulai beroperasi pada Desember tahun 2021. Perseroan juga sedang membangun smelter seng (Zn). Progress pembangunan smelter seng tersebut sudah mencapai 82,89% hingga 3Q21 dan diharapkan mulai beroperasi pada 1Q23 dengan kapasitas produksi mencapai 30 ribu ton ingot per tahun

BRMS mencatatkan Laba Bersih +154% YoY di 3Q21
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mencatakan pendapatan di 3Q21 meningkat 97,36% YoY. Sekitar 68% dari pendapatan BRMS berasal dari penjualan produk emasnya kepada para pembeli (PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bhumi Satu Inti). Sedangkan 32% dari pendapatan perusahaan berasal dari jasa penasehat penambangan terhadap Bellridge Holdings Limited. BRMS juga membukukan pendapatan lain-lain sekitar US$30 juta. Pendapatan lain-lain tersebut terdiri atas penghapusan utang dan penilaian persediaan. Alhasil, laba bersih tumbuh menjadi +154,54% YoY menjadi US$6,16 juta.

BRMS Siap Tambah Produksi Emas 4.000 Ton per Hari
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) siap menambah pemasukan dari tambahan produksi 4.000 ton emas mulai 2Q22. Status saat ini, konstruksi pabrik pengolahan bijih emas kedua BRMS di Palu masih sesuai jadwal. Untuk saat ini, BRMS masih memproduksi emas dari pabrik pengolahan pertama dengan kapasitas pengolahan sekitar 500 ton bijih per hari sejak tahun lalu.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor daily, Kontan, Detik Finance