Daily Views

Bursa Hari Ini

Wednesday, 01 Mar 2017 09:22

Market Movement

IHSG kembali stagnan di level 5.386,7 (+0,1%), meski investor asing berbalik arah, tercatat di posisi beli bersih dengan nilai transaksi mencapai Rp120,7 miliar di sleuruh pasar. Indeks sektoral pun masih bergerak mixed, dengan saham-saham yang menguat antaralain saham sektor aneka industri, properti dan tambang, sementara saham-saham yang terkoreksi paling dalam antaralain saham perkebunan, industri dasar dan konsumer. Nilai tukar Rupiah terhadap USD tercatat tetap stabil di level Rp13.338. Hari ini, kami perkirakan IHSG berpeluang terkoreksi di tengah mixednya bursa global.

 Global Update

Pasar saham Wall Street semalam ditutup negatif jelang pidato Presiden Trump di pertemuan Kongres hari Selasa malam waktu setempat yang akan membahas mengenai kebijakan pelayanan kesehatan, pemangkasan pajak, anggaran belanja pertahanan dan kebijakan imigrasi. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS di 4Q16 mencapai 1,9%, dipicu oleh belanja rumah tangga terutama jelang libur Natal dan tahun baru. Indeks Dow Jones, S&p500 dan Nasdaq kompak turun masing-masing di level 20.812,2 (-0,1%), 2.363,6 (-0,3%), dan 5.825,4 (-0,6%). Sementara bursa Eropa menguat terbatas, masih dipicu optimisme bahwa AS akan meningkatkan belanja infrastruktur secara signifikan. Indeks Sotxx50 naik 0,3% ke 3.319,6 dan FTSE 100 flat di level 7.263,4.

 

 

Result Update

LPPF – In Line FY16 Result (TP Under Review)

 Ø Kinerja FY16 In Line, 4Q16 dibawah Ekspektasi

 Ø Marjin Profitabilitas Konsisten Membaik

Ekspansi 2016 Melebihi Ekspektasi

News Highlights

 Ø DNAR mencatat pendapatan sebesar Rp73,5 M di 2016

 Ø AALI cetak laba bersih Rp 2,1 T di 2016

 Ø ANTM turunkan cash cost menjadi 21%

 Ø Laba Bersih GMTD turun menjadi Rp 85,8 M di 2016

 Ø Laba Bersih SILO 2016 Naik 60% Jadi Rp98,7 Miliar

 Ø TINS Alokasikan Belanja Modal Rp2,65 Triliun

PPRO Akan Tambah Lahan 20 Hektare

Berita Emiten

Wednesday, 01 Mar 2017 09:24

DNAR mencatat pendapatan sebesar Rp73,5 M di 2016

DNAR mencatat pendapatan bunga besih sebesar Rp73,5 miliar per 31 Desember 2016 dibanding tahun 2015 sebesar Rp65,8 miliar. Pendapatan tersebut dari pendapaan bunga rupiah sebesar Rp195,2 miliar dari Rp185,4 miliar. Sedangkan beban bunga menjadi Rp121,6 miliar dari Rp119,5 miliar. Sementara pendapatan sebelum pajak menjadi Rp17,07 miliar dari Rp18,07 miliar. Beban pajak Rp4,2 miliar dari Rp4,5 miliar. Sehingga laba bersih sebesar Rp13,08 miliar dari Rp14,01 miliar.

AALI cetak laba bersih Rp 2,1 T di 2016

AALI mencetak laba bersih per 2016 menjadi Rp2,1 triliun dibanding periode 2015 sebesar Rp695,6 miliar. Kenaikan pendapatan menjadi Rp14,1 triliun dari Rp13,05 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan menjadi Rp10,4 triliun dari Rp9,9 triliun. Jadi laba bruto menjadi Rp3,6 triliun dari Rp3,08 triliun. Laba kurs menjadi Rp200,6 miliar dari rugi kurs Rp580,3 miliar. Penghasilan bunga menjadi Rp25,5 miliar dari Rp27,7 miliar. Jadi total beban menjadi Rp1,4 triliun dari Rp1,9 triliun. Laba sebelum pajak menjadi Rp2,2 triliun dari Rp1,1 triliun. Beban pajak penghasilan menjadi Rp94,4 miliar dari Rp479,8 miliar. Sehingga laba bersih menjadi Rp2,1 triliun dari Rp695,6 miliar.

ANTM turunkan cash cost menjadi 21%

ANTM menjadi salah satu produsen feronikel berbiaya rendah di dunia dengan capaian biaya tunai unaudited sebesar US$3,39 per pon di tahun 2016. Pencapaian ini berarti terjadi penurunan biaya tunai sebesar 21% jika dibandingkan biaya tunai feronikel tahun 2015 sebesar US$4,31 per pon. Seiring dengan tren peningkatan harga nikel dunia, yang turut didorong oleh ditutupnya beberapa tambang nikel di Filipina, maka ANTM optimis untuk dapat meningkatkan marjin keuntungan dari bisnis nikel di tahun 2017. Outlook positif bisnis nikel ANTM di 2017 juga disebabkan adanya peningkatan target produksi sebesar 19% menjadi 24.100 ton nikel dalam feronikel (TNi) dari realisasi produksi 2016 sebesar 20.293 TNi.

Laba Bersih GMTD turun menjadi Rp 85,8 M di 2016

GMTD mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp85,8 miliar per 2016 dari Rp119,7 miliar pada 2015. Penurunan laba bersih ini seiring dengan penurunan pendapatan perseroan menjadi Rp290 miliar dari Rp319,04 miliar. Beban pajak menjadi Rp13,7 miliar dari Rp15,7 miliar. Sementara beban pada periode ini antara lain beban usaha menjadi Rp44,6 miliar dari Rp52,3 miliar. Pendapatan usaha lainnya menjadi Rp2,1 miliar dari Rp1,8 miliar. Pendapatan lainnya menjadi Rp159,4 juta dari beban lainnya sebesar Rp186,9 juta.

Laba Bersih SILO 2016 Naik 60% Jadi Rp98,7 Miliar

SILO membukukan kenaikan pendapatan sebesar 25% menjadi Rp5,17 triliun dengan raihan laba bersih sebesar Rp98,7 miliar atau naik 60% dibandingkan capaian pada 2016.

TINS Alokasikan Belanja Modal Rp2,65 Triliun

TINS akan menganggarkan belanja modal selama 2017 sekitar Rp2,65 triliun untuk mendukung pencapaian pada tahun ini.

PPRO Akan Tambah Lahan 20 Hektare

PPRO akan memanfaatkan dana hasil rights issue untuk peningkatan cadangan lahan seluas 10 hektare hingga 20 hektare untuk proyek yang akan segera dimulai pada tahun ini.