Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 17 Nov 2017 09:26

 Market Movement

IHSG berhasil melesat 1,1% ke level 6.037,9 didorong oleh aksi beli investor domestik, sementara investor asing masih konsisten di posisi jual bersih dengan nilai transaksi mencapai hampir Rp700 miliar di seluruh pasar. Dari segi sektoral, hanya saham industri dasar yang melemah sendirian, sementara indeks sektoral lainnya berhasil menguat, dipimpin saham sektor konsumer, manufaktur dan infrastruktur. Sore kemarin BI mengumumkan menahan suku bunga 7-day RR di level 4,25%. Mengakhiri pekan ketiga bulan November, kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat menyusul reboundnya bursa global semalam.

Global Update

Bursa saham AS semalam diakhiri rebound sejalan dengan rally-nya saham teknologi dan konsumer menyusul kinerja keuangan yang memuaskan, ditambah dengan sentimen positif dari bangkitnya peluang menangnya voting di DPR mengenai RUU reformasi pajak Trump. Indeks Dow Jones, S&P500 dan Nasdaq masing-masing naik cukup tinggi ke level 23.492,2 (+0,9%), 2.590,1 (+1,0%) dan 6.806,7 (+1,5%). Serupa dengan AS, bursa saham Eropa juga ditutup positifdengan sektor konstruksi dan material memimpin penguatan pasar, berkat kinerja 9M17 yang memuaskan. Indeks Stoxx50 dan FTSE100 masing-masing ditutup di 3.576,9 (+0,9%) dan 7.393,3 (+0,3%).

Economic Update

BI tahan BI 7 days RRdi level 4,25%

 Ø Ekspansi ekonomi global terus berlanjut

 Ø Ekonomi RI 3Q17 tumbuh 5,06% YoY

 Ø Defisit transaksi berjalan membaik di 3Q17

 

 Ø Stabilitas sistem keuangan masih solid

News Highlights

 Ø 2018, FAST targetkan penjualan Rp 6,03 triliun

 Ø Bangun pabrik, AMIN beli tanah Rp 45,97 miliar

 Ø PANR Cetak Kinerja Positif di 9M17

 Ø DSFI Raih Penjulan Rp 537,21 Miliar

 Ø CINT Bidik Penjualan Naik 15%

 Ø Anak perusahaan WIKA peroleh pinjaman Rp 894 miliar

 Ø 2018, WIKA kejar pertumbuhan kinerja di atas 20%

 Ø ROTI akan menjual kembali saham hasil buyback

 Ø Inalum akan miliki 4,84 miliar saham seri B TINS

Kinerja SCMA stagnan di 9M17

Berita Emiten

Friday , 17 Nov 2017 09:29

2018, FAST targetkan penjualan Rp 6,03 triliun

FAST menargetkan pendapatan penjualan senilai Rp 6,03 triliun pada tahun 2018, tumbuh 10% dari proyeksi realisasi kinerja akhir tahun  2017 ini.

Bangun pabrik, AMIN beli tanah Rp 45,97 miliar

AMIN membeli tanah seluas 60.665 meter persegi di Tanjung Morawa, Deli Serdang Sumatra Utara senilai Rp 45,97 miliar.

PANR Cetak Kinerja Positif di 9M17

PANR hingga 9M17 membukukan penjualan mencapai Rp3,8 triliun, naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

DSFI Raih Penjulan Rp 537,21 Miliar

DSFI membukukan  penjualan sebanyak 6902,54 ton dengan nilai Rp 537,21 miliar sepanjang 10M17.

CINT Bidik Penjualan Naik 15%

CINT merespon pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan meresmikan flagship shop baru “Pavillion 14” di Surabaya, Jawa Timur. Investasi sebesar Rp 30 miliar itu akan dijadikan sebagai basis pengembangan (hub) pasar Indonesia timur dengan target pertumbuhan penjualan hingga 15%.

Anak perusahaan WIKA peroleh pinjaman Rp 894 miliar

PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP), anak perusahaan WIKA memperoleh pinjaman sindikasi perbankan senilai Rp 894 miliar dari BMRI dan BBNI yang sebagian besar akan digunakan untuk dana talangan pembayaran tanah di Serang. WSP merupakan perusahaan patungan antara WIKA, PTPP dan PT Jababeka Infrastruktur yang mengerjakan proyek jalan tol Serang-Panimbang dimana WIKA menguasai saham mayoritas 80%.

2018, WIKA kejar pertumbuhan kinerja di atas 20%

Tahun 2017, WIKA menargetkan perolehan order book sebesar Rp 103,25 triliun. Hingga 9M17, realisasinya sudah lebih dari 90%. Jika target tahun ini 100% terpenuhi, maka perolehan kontrak tahun depan WIKA bisa tumbuh jadi sekitar Rp 128,03 triliun dengan pendapatan yang ditargetkan bisa tumbuh double digit diatas 20% dan pertumbuhan laba bersih 27%-30%.

ROTI akan menjual kembali saham hasil buyback

ROTI akan menjual sebanyak-banyaknya 700.000 saham hasil buyback. Buyback pertama dilakukan pada 2 September 2015 atas 500.000 saham dengan nilai transaksi Rp 539,58 juta. Transaksi kedua dilakukan pada 28 September 2015. Buyback dilakukan atas 200.000 saham dengan nilai pembelian Rp 227,63. Sehingga, total dana yang dikeluarkan Rp 767,2 juta. Dengan kata lain, rata-rata harga buyback saham ROTI berada pada level Rp 1.096 per saham.

Inalum akan miliki 4,84 miliar saham seri B TINS

Sebanyak 4,84 miliar saham seri B TINS yang dimiliki Negara Republik Indonesia akan dialihkan ke PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Pengalihan saham ini akan mengakibatkan status TINS sebagai perseroan berubah menjadi non-perseroan sesuai dengan penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan.

Kinerja SCMA stagnan di 9M17

Kinerja SCMA sepanjang 9M17 cenderung stagnan. SCMA mencetak kenaikan 0,2% YoY di pos pendapatan menjadi Rp 3,42 triliun. Selanjutnya, laba bersih SCMA turun 5,4% YoY dari Rp 1,15 triliun ke Rp 1,09 triliun. Kinerja buruk SCMA karena penurunan audience share yakni SCTV dan Indosiar lebih rendah dibanding stasiun televisi milik emiten media lainnya.