Daily Views

Bursa Hari Ini

Monday , 08 Aug 2022 08:28

MARKET MOVEMENT

Bursa saham Indonesia mengakhiri sesi perdagangan pekan kedua Agustus, Jumat (5/8), dengan mencatatkan kenaikan IHSG sebesar 0,39% ke level 7.085, lebih tinggi dibanding penutupan akhr pekan sebelumnya di posisi 6.951. Penguatan IHSG diiringi oleh net buy asing sebesar Rp 1,46 triliun di seluruh pasar. Net buy terbesar asing di catatkan oleh TLKM (Rp 721,99 miliar), BBCA (Rp 488,12 miliar), dan UNVR (Rp 77,32 miliar). Bank Indonesia (BI) pada Jumat kemarin, melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 sebesar US$ 132,2 miliar. Berkurang US$ 4,2 miliar dibandingkan bulan sebelumnya (Juni: US$ 136,4 miliar). Cadangan devisa Indonesia kini berada di posisi terendah sejak Juni 2020. Kami perkirakan IHSG masih akan bergerak volatile dengan kecendrungan menguat, merespon solidnya data ekonomi Indonesia. IHSG berpeluang bergerak dikisaran 7.031-7.142. 

GLOBAL UPDATE

Bursa Wall Street ditutup mixed pada akhir pekan lalu (5/8), setelah rilis data lapangan pekerjaan AS menunjukkan penguatan tak terduga di pasar tenaga kerja. Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat +0,23% ke level 32.803,47. Indeks S&P 500 turun -0,16% di 4.145,19, sementara Nasdaq jatuh -0,50% ke level 12.657,55. Selama sepekan indeks Dow kehilangan -0,1% WoW, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat +0,4% WoW dan +2,2% WoW. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (5/8/22), bahwa pengusaha AS menambahkan 528.000 pekerjaan baru pada Juli, melebihi ekspektasi (vs konsensus: 250.000). Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,5% (vs konsensus: 3,6%). Laporan tersebut memberikan sentimen positif, setelah mengalami kontraksi pada 1H21. Kenaikan data yang lebih kuat tersebut akan ditafsirkan investor, sebagai kemungkinan the Fed akan bertindak lebih agresif untuk menurunkan inflasi. Fokus pada minggu ini tertuju pada data inflasi, dengan harga konsumen tahunan AS diperkirakan akan melonjak sebesar 8,7% YoY pada Juli, setelah kenaikan 9,1% pada Juni. Dari Eropa, Indeks Pan Eropa, Stoxx 600 ditutup turun -0,8%. Bursa regional utama juga berada di zona merah, dengan Indeks DAX turun -0.65% menjadi 13,573.93, FTSE 100 Inggris turun -0.11% menjadi 7,439.74, sedangkan CAC Prancis terkoreksi -0.63% menjadi 6472. Bank of England pada akhir pekan lalu menaikkan suku bunga sebesar 50bps. BoE memperkirakan inflasi Inggris mencapai puncaknya di atas 13% pada Oktober, dan ekonomi memasuki resesi berkepanjangan pada kuartal keempat. Tingkat pengangguran Zona Euro, Juni 2022, tidak berubah di di rekor terendah 6,6% untuk bulan kedua berturut-turut, sejalan dengan perkiraan pasar. 

Berita Emiten

Monday , 08 Aug 2022 08:29

INDY Bagi Dividen Interim Senilai Rp 595,52 Miliar

Rapat direksi dan dewan komisaris INDY tanggal 3 Agustus 2022, menyetujui pembagian dividen interim tahun buku 2022, sebesar US$ 40 juta. Atau setara dengan Rp 595,52 miliar (kurs: Rp14.888). Dividen interim yang akan diterima pemegang saham sebesar Rp 114,46/saham. Jadwal cum & ex dividen di pasar reguler dan negosiasi, 15 & 16 Agustus 2022. Cum & ex dividen di pasar tunai, 18 & 19 Agustus 2022. Recording date, 18 Agustus 2022. Payment date, 30 Agustus 2022.

DGIK Akan Buyback 5,4% Saham

DGIK akan melakukan buyback 300 juta saham, atau 5,41% dari total saham perseroan. Dengan nilai Rp 20 miliar. Jangka waktu pelaksanaan paling lama tiga bulan, setelah tanggal penyampaian keterbukaan informasi ini. Buyback saham ini dilakukan mengggunakan dana idle perseroan, sehingga tidak akan memengaruhi pendapatan dan pembiayaan perusahaan.

WIKA Raih NKB 1H22 Senilai Rp 13,8 Triliun

Sepanjang 1H22, WIKA meraih NKB senilai Rp 13,8 triliun, naik +31,4% YoY. Perolehan NKB 1H22, setara dengan 32,41% dari target NKB FY22, yang senilai Rp 42,57 triliun. Sebagian besar NKB 1H22 dkontribusikan oleh sektor infrastruktur dan bangunan gedung. Salah satu proyek 1H22 WIKA, yaitu preservasi jalan dan jembatan di Bali. Proyek ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung perhelatan G20, pada Oktober 2022 mendatang.

TPIA Stock Split 1:4

RUPS TPIA menyetujui stock split saham, dengan rasio 1:4, sehingga nilai nominal saham TPIA yang saat ini sebesar Rp 200/saham, menjadi Rp 50/saham saham. Tujuan stock split, agar harga saham TPIA terjangkau bagi para investor (khususnya investor retail), serta meningkatkan likuiditas perdagangan saham TPIA di bursa.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance