Daily Views

Bursa Hari Ini

Thursday , 18 Oct 2018 10:22

MARKET MOVEMENT

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 1,2% di level 5.868,6 ditopang aksi akumulasi saham di keseluruhan sektoral yang dipimpin oleh penguatan saham-saham berbasis sektoral infrastruktur, industri dasar, perdagangan, perkebunan dan pertambangan. Investor asing tercatat masih membukukan transaksi net sell YTD 2018 senilai Rp 56 triliun meski kemarin membukukan transaksi net buy Rp 527 miliar. Nilai tukar rupiah ditutup menguat meninggalkan level Rp 15.200,- per dolar AS menuju ke level Rp 15.150,- per dolar AS. IHSG pada perdagangan hari ini kami perkirakan bergerak volatile cenderung terbatas pada kisaran 5.800-5.900 sembari menanti rilis kinerja keuangan emiten 3Q18.

GLOBAL UPDATE

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi terbatas pasca bank sentral AS, The Fed mengindikasikan penaikan FFR lebih lanjutu akan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi antara lain pertumbuhan PDB, membaiknya data pengangguran dan angka inflasi. Sementara itu, investor juga bersikap wait&see mengenai ketidakpastian kesepekatan perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Inggirs sehingga memberikan konreibusi melemahnya bursa global. Harga minyak dunia anjlok 3% menuju ke level US$ 69,8 per barel. Indeks Dow Jones, Dj Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup melemah ke level 25.706,7 (-0,4%); 3.243,1 (-0,4%) dan 7.054,6 (-0,1%).

RESULT UPDATE

BMRI Inline 9M18 Result – BUY (TP Rp 7.870/saham)
- BMRI bukukan kinerja 9M18 sesuai ekspektasi
- NPL membaik ke level 3%

NEWS HIGHLIGHTS

- WIKA Targetkan Laba Bersih Melesat 70%
- WIKA Emisi Perpetual Bond
- WSKT Tawarkan 15 Proyek Jalan Tol
- SSMS Tambah 4.000 ha tahun ini
- 2019, ANJT Replanting 1.000 ha
- CARS Bidik Laba Tumbuh 35%
- CARS Ekspansi Layanan Digital
- Wika Realty IPO Pasca Pilpres
- ENRG Targetkan Restrukturisasi Utang Rampung Tahun Ini
- MOLI Jajaki Bisnis Etanol
- ARNA Anggarkan Capex Rp200 M
- PGAS Kaji Akusisi 4 Anak Usaha Pertagas
- SCMA Bukukan Laba Rp1,19 triliun
- Pemerintah Optimis Pajak Tumbuh 17,4%
- Pasar Kemasan Tumbuh 6%
- Ekspor Stainless Steel Ditargetkan Tembus US$ 6 miliar

Berita Emiten

Thursday , 18 Oct 2018 10:29

BMRI Inline 9M18 Result – BUY (TP Rp 7.870/saham)

BMRI bukukan kinerja 9M18 sesuai ekspektasi
BMRI berhasil membukukan pendapatan bunga bersih dan laba bersih di 9M18 masing-masing senilai Rp 40,5 triliun dan Rp 18,1 triliun bertumbuh sebesar 4,2% YoY (vs Rp 38,8 triliun di 9M17) dan 20% YoY (vs Rp 15,1 triliun di 9M17) dikontribusikan dari pertumbuhan kredit 13,8% YoY dan turunnya biaya pencadangan 10,3% YoY. Secara keseluruhan, pendapatan bunga bersih dan laba bersih BMRI 9M18 tersedbut inline dengan ekspektasi kami.

NPL membaik ke level 3%
Kualitas asset perseroan di 9M18 tercatat mengalami perbaikan dimana NPL meembaik ke level 3% di 9M18 dari sebelumnya sebesar 3,7% di 9M18 dan 3,1% di 2Q18.

Buy Rating dengan TP Rp 7.870,- per saham
Berdasarkan penutupan kemarin, BMRI ditransaksikan pada valuasi PBV 2019f 1,6x sedangkan fair value memberikan potensi kenaikan sebesar 20%. BUY rating dengan TP Rp 7.870,- per saham.


CORPORATE

WIKA Targetkan Laba Bersih Melesat 70%

WIKA menargetkan laba bersih 2018 tumbuh sekitar 70% YoY menjadi Rp39 triliun dari tahun sebelumnya Rp26,17 triliun.

WIKA Emisi Perpetual Bond
WIKA akan merilis perpetual bond bernilai Rp 1 triliun bulan depan. Perpetual bond ini merupakan tahap pertama karena WIKA berencana untuk menerbitkan perpetual bond bernilai Rp 10 triliun dalam 5 tahun kedepan.

WSKT Tawarkan 15 Proyek Jalan Tol
WSKT menawarkan 15 ruas jalan tol dalam IMF-World Bank Annual Meetings di Nusa Dua, Bali, sebagai langkah perseroan dalam melakukan divestasi para ruas-ruas tol yang memang merupakan investasi perseroan. Ruas tol Trans-Jawa paling diminati para calon investor karena berada di wilayah paling padat di Indonesia.

SSMS Tambah 4.000 ha tahun ini
Pada tahun ini, SSMS berencana menambah areal tertanam seluas 4.000 ha. Jumlah keseluruhan areal perkebunan yang sudah ditanami sekitar 70.000 ha sehingga masih potensial untuk dikembangkan. Adapun perseroan saat ini memiliki areal perkebunan seluas 95.770 ha di Kalimantan Tengah. Terkait dengan capex, untuk tahun 2018-2020 perseroan menganggarkan US$100 juta antaralain 60% untuk operasional dan penambahan lahan tertanam dan 40% untuk pembangunan pabrik baru.

2019, ANJT Replanting 1.000 ha

ANJT akan mealkukan replanting seluas 1.000 ha di Belitung dan Sumatera Utara pada tahun 2019. Adapun areal tertanam perseroan per Agustus 2018 mencapai 52.271 ha. Dari segi produksi, per 9M18, produksi TBS mencapai 584.195 ton (+13,4% YoY), CPO 186.914 ton (+24,9% YoY) dan kernel 40.822 ton(+34,2% YoY).

CARS Bidik Laba Tumbuh 35%
CARS optimis meraih laba bersih Rp270-275 miliar pada akhir tahun ini, tumbuh 33-35% dari 2017 Rp201,82 miliar, sejalan dengan penjualan yang ditargetkan tumbuh 19,3% YoY ke Rp7 triliun. Adapun hingga 9M18, persroan telah membukukan penjualan lebih dari Rp5 triliun. Untuk mendorong penjualan, perseroan berencana menambah gerai Mercedes-Benz di Lampung pada tahun ini dan 2 gerai Mercedes-Benz di Pulau Jawa, dan terus menambah 20 gerai bengkel CarFix pada tahun ini berfokus di Jawa Tengah.

CARS Ekspansi Layanan Digital
CARS akan memperkuat layanan digital, dimana perseroan menganggarkan investasi awal Rp 9 miliar untuk pengembangan aplikasi Carsworld.

Wika Realty IPO Pasca Pilpres
Anak usaha WIKA, PT Wijaya Karya Realty akan menggelar IPO pada 2Q19, diundur dari rencana awal 4Q18 setelah Pilpres 2019. Perseroan akan melepas 25-30% sahamnya dengan target dana Rp2-2,5 triliun, dengan menggunakan buku Desember 2018 sebagai dasar valuasi IPO..

ENRG Targetkan Restrukturisasi Utang Rampung Tahun Ini
ENRG berharap restukturisasi utang bisa selesai tahun ini. ENRG terus melakukan negosiasi dengan para kreditur dan hingga Oktober sudah 80%. Rekstukturisasi akan dilakukan melalui skema pembiayaan kembali/ refinancing.

MOLI Jajaki Bisnis Etanol
MOLI berencana memasuki bisnis etanol yang juga sejalan dengan prgram pemerintah untuk menggunakan BBM non-fosil. MOLI memiliki pabrik produksi etanol dengan kapasitas 80 juta liter per tahun dan utilitas hampir 100%.

ARNA Anggarkan Capex Rp200 M

Tahun depan, ARNA mengalokasikan capex sebesar Rp 200 miliar. Capex yang sebagian berasal dari kas internal ini akan digunakan untuk membeli mesin produksi.

PGAS Kaji Akusisi 4 Anak Usaha Pertagas
PGAS tengah mengkaji rencana akuisis 4 anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas), antaralain PT Perta-Samtan Gas, PT Perta-Arun Gas, PT Perta Daya Gas, dan PT Pertagas Kalimantan Gas. Jika jadi diakuisisi, pembayaran untuk pengambilalihan 4 anak usaha ini diluar pembayaran tahap pertama akuisisi Pertagas, sehingga nantinya akan ada valuasi ulang akuisisi yang sebelumnya ditetapakan sebesar Rp16,6 triliun.

SCMA Bukukan Laba Rp1,19 triliun
SCMA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,19 triliun pada 9M18, atau tumbuh 8,2% YoY dari Rp1,1 triliun pada 9M17, sejalan dengan pendapatan neto yang juga naik 10,8% YoY dari Rp3,43 triliun pada 9M17 menjadi Rp3,78 triliun.

ECONOMIC

Pemerintah Optimis Pajak Tumbuh 17,4%
Pemerintah optimis pengelolaan anggaran pada tahun ini semakin kredibel seiring dengan proyeksi kinerja pertumbuhan pajak yang mencapai 17,4%. Adapun hingga 9M18, realisasi pertumbuhan penerimaan pajak mencapai 16,5% menjadi sebesar Rp900,86 triliun atau melesat dari kienrja pertumbuhan 2017 yang hanya 4,7%, juga melampaui pertumbuhan penerimaan pajak alamiah (pertumbuhan ekonomi plus inflasi) yang tahun ini diperkirakan pada kisaran 9%. Pelaksanaan berbagai event seperti kampanye jelang Pemilu, Asian Games, dan Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank group juga akan memberikan tambahan penerimaan pajak yang bisa dipungut pada bulan depan.

SECTORAL

Pasar Kemasan Tumbuh 6%
Industri kemasan diperkirakan tumbuh 6% pada tahun ini seiring dengan berkembangnya sector makanan, minuman dan farmasi. Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian optimis hingga 2022 industri kemasan akan terus berkembang seiring meningkatnya trend ready-to-eat.

Ekspor Stainless Steel Ditargetkan Tembus US$ 6 miliar

Ekspor stainless steel (SS) dari Kawasan Industri (KI) Morowali atau Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ditargetkan mencapai US$6 miliar pada tahun ini, naik 130% dari tahun lalu US$2,6 miliar. Dengan hadirnya industri SS di Morowali, Sulawesi Tengah, Indoensia menjadi salah satu pemain utama SS dunia, dengan estimasi produksi 3 juta ton tahun ini.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance