Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 21 Jul 2017 09:28

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat terbatas 0,3% berada pada level 5.825,2 ditengah maraknya tekanan jual yang dilakukan investor asing dengan membukukan transaksi net sell senilai Rp 749 miliar. Tekanan jual signifikan melanda saham-saham sektoral industri dasar dan perdagangan. Sementara itu, sisa sektoral IHSG keseluruhannya ditutup kompak menguat dipimpin oleh penguatan saham-saham sektoral perkebunan, pertambangan, konsumer dna manufaktur. IHSG pada perdagangan akhir pekan ini kami perkirakan masih akan bergerak fluktuatif dan dalam kisaran yang terbatas.

Global Update

Bursa AS pada perdagangan tadi malam ditutup cenderung stagnan dipicu oleh pelemahan dolar AS dan anjloknya harga saham Home Depot pasca Sears Holding akan mulai melakukan penjualan online melalui Amazon. Indeks Dow Jones ditutup turun tipis berada pada level 21.611,8 sedangkan indeks S&P 500 ditutup stagnan pada level 2.473,5. Sementara itu, bursa Eropa juga ditutup cenderung bervariasi pasca pernyataan presiden bank sentral Eropa, Mario Draghi akan mempertahankan suku bunga acuan dan tetap akan melakukan pembelian obligasi baru senilai US$ 68.8 miliar setiap bulan hingga akhir tahun.

News Highlights

Ø Laba bersih ARNA tumbuh 41,45% YoY

Ø UNTR keluarkan pinjaman US$ 44,62 juta

Ø Produksi INCO naik 4% YoY

Ø KAEF segera buka apotek di Madinah

Ø KRAS Resmikan Pabrik Baru Baja Konstruksi

Ø Ayana Land Beri Diskon IPO 30%

Ø GMF Incar Dana IPOS US$300 juta

Ø BI 7-Day Repo Rate Kembali Ditahan

Berita Emiten

Friday , 21 Jul 2017 09:30

Laba bersih ARNA tumbuh 41,45% YoY

Penjualan ARNA hingga akhir Juni 2017 meningkat 8,87% YoY menjadi Rp 814,98 miliar. Dari sisi bottom line, laba bersih sebesar Rp 61,1 miliar naik 41,45% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana perusahaan hanya berhasil meraup Rp 43,36 miliar.

UNTR keluarkan pinjaman US$ 44,62 juta

UNTR memberikan pinjaman kepada Patria Maritime sebesar US$ 44,62 juta.  Patria Maritime adalah cucu usaha UNTR melalui PT United Tractors Pandu Engineering. UNTR menggenggam 99,99% saham Pandu Engineering. Pandu Engineering pun memiliki 99,99% saham Patria Maritime. Prime Maritime akan menggunakan dana pinjaman untuk membeli kapal.

Produksi INCO naik 4% YoY

INCO mencatatkan produksi nikel dalam matte sebesar 20.107 metrik ton pada triwulan II di 2017. Jika dibandingkan dengan 1Q17, ada kenaikan 16,74% QoQ dimana produksi nikel tercatat hanya 17.224 metrik ton. Pada 1H17, INCO mencatatkan produksi nikel dalam matte sebesar 37.331 metrik ton. Jika dibandingkan dengan dengan 1H16 hanya naik tipis sekitar 4%.

KAEF segera buka apotek di Madinah

KAEF memperkuat bisnisnya di Timur Tengah dengan menjalin kerja sama penyertaan modal dengan perusahaan asal Arab Saudi yaitu Al Dwaa Medical Company. Saat ini perusahaan telah memiliki 30 apotek yang tersebar di Jedah dan Mekah. KAEF akan membuka apotek di Madinah merupakan bagian dari rencana perseroan untuk menambah 100 apotek baru di tahun ini.

KRAS Resmikan Pabrik Baru Baja Konstruksi

KRAS kemarin meresmikan pabrik berkapasitas 500 ribu ton per tahun milik PT Krakatau Osaka Steel yang merupakan perusahaan patungan bersama Osaka Steel, Co., Ltd.. Dengan demikan, perseroan memproduksi baja konstruksi hingga 1 juta ton per tahun dan memasok 25% dari total kebutuhan pasar dalam negeri yang mencapai 3-4 juta ton. Pabrik baru tersebut menambah kapasitas produksi baja tulangan, baja profil dan baja C.

Ayana Land Beri Diskon IPO 30%

PT Ayana Land Tbk menawarkan harga saham perdana pada kisaran Rp102-105 per saham, terdiskon 30% dari harga wajar yakni Rp135-136 per saham. Dana hasil IPO akan digunakan untuk penyertaan modal pada entitas anak, yakni 25% untuk PT Ayana Hotels Indonesia (AHI) dan PT Samudera Parama Avirhoda (SPA), sementara 75% untuk penyertaan modal pada PT Ayana Property International (API).

GMF Incar Dana IPOS US$300 juta

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) menargetkan dana hasil IPO saham sebesar US$200-300 jtua melalui pelepasan 30% saham pada September 2017 mendatang. Untuk aksi ini, perseroan menunjuk Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas dan BNI Sekuritas sebagai underwriter dan CIMB Securities sebagai international sales agent. Mayoritas dana IPO untuk ekspansi GMF salah satunya ke Indonesia Timur, demi meningkatkan kapabilitas dan kapasitas perseroan.