Daily Views

Bursa Hari Ini

Tuesday , 11 Dec 2018 09:07

Market Movement

IHSG pada perdagangan awal pekan cenderug mengalami aksi tekanan jual yang cukup signifikan di sesi oagi yang kemudian ditutup melemah terbatas 0,2% di level 6.111,4 berkat adanya aksi akumulasi saham yang selektive jelang penutupan terutama menyasar saham-saham berbasis sektoral perkebunan dan idustri dasar. Tekanan jual signifikan dilakukan investor asing yang mencatat transaksi net sell senilai Rp 1,1 triliun. Aksi tekanan jual tersebut terjadi pada saham berbasis sektoral aneka industri, finansial, konsumer, manufaktur, properti, infrastruktur, perdagangan dan pertambangan. Nilai tukar rupiah tercatat kembali mengalami pelemahan di level Rp 14.553,- per dolar AS. IHSG pada hari ini kami perkirakan masih akan bergerak volatile dengan kisaran yang masih terbatas antara 6.075 – 6.150 dan berpotensi terjadi koreksi lanjutan.

Global Update

Rebound yang terjadi pada saham-saham berbasis sektoral IT mampu mendorong terjadinya penguatan bursa AS yang terbatas ditengah aksi tekanan jual investor pada saham-saham sektoral perbankan akibat ketidakpastian realisasi Brexit melalui voting di DPR Inggris. Koreksi tajam harga minyak dunia ke level US$ 51 per barel (-3,1%) memberikan andil anjloknya saham sektoral energi yang juga memberikan kontribusi maraknya aksi tekanan jual. Indeks Nasdaq ditutup naik sebesar 0,7% di level 7.020,5 sedangkan indeks Dow Jones ditutup cenderung flat di level 24.423,3. Sementara itu, bursa Eropa ditutup terkoreksi signifikan pasca Perdana Menteri Inggris, Theresa May menunda voting Brexit di DPR sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam outlook ekonomi. Indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup terkoreksi sebesar 1,4% dan 0,8% di level 3.017 dan 6.721.. 

News Highlights

Ø  TOWR Siapkan Capex Rp2,3 T

Ø  DSNG Bidik Pertumbuhan Produksi CPO 15%

Ø  PBRX Bidik Pertumbuhan 20%

Ø  PBRX alokasikan capex 2019 US$ 15 juta

Ø  MERK Bagi Dividen Rp1,46 T

Ø  URBN Garap Proyek TOD Rp10,2 T

Ø  URBN Bidik Penjualan Rp400 M

Ø  SOTS Bangun Kawasan Pariwisata Senilai Rp250 M

Ø  SOTS Siap Investasi Rp 430 Miliar

Ø  ACES Siapkan Capex Rp175 miliar

Ø  WSBP targetkan kontrak baru Rp 10,4 triliun tahun depan

Ø  ADHI terima pembayaran LRT Rp 2,5 triliun

Ø  SRTG siapkan capex 2019 US$ 100 juta

Ø  WIKA Rampungkan Proyek Bandara Oecusse Timor Leste

Ø  Permintaan Kosmetik Bisa Tumbuh 9%

Ø  Penjualan Motor naik 8,4%

Ø  Penjualan Eceran Tumbuh Melambat 

Berita Emiten

Tuesday , 11 Dec 2018 09:11

TOWR Siapkan Capex Rp2,3 T

TOWR menyiapkan capex Rp2,3 triliun pada tahun depan seiring sejumlah ekspansi, dimana perseroan telah mengantongi 2.000-3.000 tambahan tenancy tahun depan dan berencana membangun fiber optic hingga mencapai 16.000 km dari saat ini 7.200 km. Perseroan akan menggunakan kas internal dan jika perlu pinjaman eksternal untuk mendanai keperluan capex tersebut.

DSNG Bidik Pertumbuhan Produksi CPO 15%

DSNG memproyeksi produksi CPO pada 2019 tumbuh 15% dari target tahun ini 493.000 ton menjadi 562.020-566.930 ton seiring dengan rampungnya akuisisi 2 aset baru pada tahun ini, yakni PT Bima Palma Nugraha (BPN) dan PT Bima Agri Sawit (BAS) senilai total Rp1,35 triliun.

PBRX Bidik Pertumbuhan 20%

Pada 2019, PBRX memproyeksikan pertumbuhan penjualan antara 15-20% mencapai US$701,5 juta-US$732 juta dari target penjualan tahun ini US$610 juta. Untuk itu, perseroan berkomitmen menjaga dan mengembangkan kemitraan dengan perusahaan garmen sub-contractor baru maupun optimalisasi yang sudah ada. Perseroan juga menyiapkan capex senilai US$15 juta yang berasal dari kas internal, hasil rights issue, hasil obligasi dan pinjaman perbankan.

PBRX alokasikan capex 2019 US$ 15 juta

PBRX mengalokasikan dana capex tahun depan senilai US$ 15 juta yang akan digunakan untuk menambah kapasitas pabrik pada anak perusahaan, PT Teodore Pan Garmindo dengan kapasitas 6 juta pasang senilai total US$ 5 juta serta untuk otomitasi dan digitalisasi menghadapi era industry 4.0.

MERK Bagi Dividen Rp1,46 T

MERK akan memabgi dividen interim tahun buku 2018 sebesar Rp3.260 per lembar, dengan nilai total Rp1,46 triliun. Dividen ini akan dibayarkan pada 28 Desember kepada 448 juta pemegang saham terdaftar.

URBN Garap Proyek TOD Rp10,2 T

URBN tengah memabgnun 4 proyek transit oriented development (TOD) senilai Rp10,2 triliun sepanjang jaringan LRT, yang jangka waktu pengerjaannya selama 5 tahun. Sejauh ini, perseroan telah melakukan pengerjaan proyek TOD hingga setara dengan 3.000 unit hunian yang separuhnya sudah terjual.

URBN Bidik Penjualan Rp400 M

URBN memproyeksikan penjualan mencapai Rp400 miliar dengan laba bersih Rp120 miliar pada tahun depan, dari target penjualan dan laba bersih tahun ini Rp200 miliar dan Rp34 miliar. Adapun dana hasil IPO yang baru dilakukan senilai Rp403 miliar akan seluruhnya digunakan untuk ekspansi seperti akuisisi lahan dan modal kerja.

SOTS Bangun Kawasan Pariwisata Senilai Rp250 M

Dalam jangka panjang, SOTS berencana membangun kawasan pariwisata di timur Indonesia, yaitu Labuan Bajo, Ende, dan Sumba Timur yang akan dimulai pada 2020 dengan perkiraan investasi Rp210-250 miliar. Di kawasan itu, perseroan memiliki landbank 300 ha, dimana rencananya, kawasan terpadu akan dibangun di lahan seluas 30 ha di Labuan Bajo, 1,5 ha di Ende, dan 150 ha di Sumba Timur. 

SOTS Siap Investasi Rp 430 Miliar

SOTS menganggarkan dana investasi sekitar Rp 390-430 miliar untuk mengerjakan sejumlah proyek hotel dan resor sampai 2022. Dari nilai investasi tersebut,perseroan mengalokasikan Rp 180 miliar untuk membuka dua hotel di Seminyak, Bali dan Kemang Jakarta.

ACES Siapkan Capex Rp175 miliar

ACES mengalokasikan Rp175 miliar untuk capex tahun depan untuk menambah sekitar 20 gerai baru dari proyeksi tahun ini 174 gerai.

WSBP targetkan kontrak baru Rp 10,4 triliun tahun depan

WSBP menargetkan perolehan kontrak baru 2019 mencapai senilai Rp 10,4 triliun terdiri atas proyek jalan dan jembatan, kereta api, residensial serta energy.

ADHI terima pembayaran LRT Rp 2,5 triliun

ADHI menerima realisasi pembayaran pengerjaan proyek LRT Jabidetabek tahap I senilai total Rp 2,5 triliun dari PT KAI (persero) selaku pengelola proyek LRT tersebut. Untuk tahun depan, ADHI mengalokasikan dana capex senilai Rp 4 triliun hingga Rp 4 triliun untuk mendanai proyek jalan told an property.

SRTG siapkan capex 2019 US$ 100 juta

SRTG menganggarkan dana capex tahun depan senilai US$ 100 juta yang akan digunakan untuk ekspasni dalam bidang konsumern, infrastruktur dan sumber daya alam.

WIKA Rampungkan Proyek Bandara Oecusse Timor Leste

WIKA telah menyelesaikan proyek pengembangan Bandara Oecusse Timor Leste, yang ditandai dengan serah terima pekerjaan kepada Zeesm Timor Leste akhir pekan lalu.