Daily Views

Bursa Hari Ini

Thursday , 22 Aug 2019 08:59

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup terkoreksi cukup signifikan sebesar 0,7% berada pada level 6.253,0 disebabkan dari efek faktor eksternal yakni bayang-bayang resesi global, eskalasi tensi perang dagang AS-Tiongkok dan faktor geopolitik Argentina. Dari domestik, investor cenderung menantikan keputusan RDG BI pada hari ini dimana konsensus ekonom memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan BI 7 days RRR di level 5,75%. Alhasil, investor cenderung melakukan aksi jual terutama menyasar saham-saham berbasis sektoral industri dasar, konsumer, manufaktur, finansial, aneka industri, infrastruktur dan pertambangan. Hanya tercatat saham-saham sektoral perkebunan, properti dan perdagangan yang ditutup pada teritori hijau berkat adanya aksi selektive buy. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 609 miliar sedangkan nilai tukar Rupiah ditutup menguat terbatas 0,2% berada pada level Rp 14.244,- per dolar AS. Sementara itu, bursa Asia pada perdagangan hari ini dibuka cenderung bervariasi dalam kisaran yang flat dimana indeks Nikkei dibuka naik sebesar 0,3%  sedangkan indeks KOSPI dibuka turun tipis 0,1% ditengah eksepktasi investor atas adanya pemangkasan suku bunga acuan AS, FFR dalam pertemuan FOMC bulan depan. IHSG sendiri hari ini kami perkirakan bergerak cukup volatile berkisar antara 6.200 – 6.300 yang berpotensi terjadi koreksi lanjutan sembari menanti keputusan RDG BI hari ini.

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagnagan tadi malam mengalami rebound yang kemudian ditutup menguat berkisar antara 0,8% hingga 1,3% yang ditopang oleh rilis kinerja emiten ritel 2Q19 yakni Target Corp da Lowe’s Cos Inc yang melebihi estimasi analis sehingga mengindikasi belanja konsumsi rumah tangga AS menguat yang sekaligus mengeliminasi sementara bayang-bayang resesi global. Disisi lain, The Fed sendiri mengindikasikan pertemuan FOMC bulan depan  berpeluang memutuskan untuk memangkas FFR sebesar 50 bps turut memberikan kontribusi rebound yang terjadi. Indeks Doe Jones dan Nasdaq ditutup naik 0,9% masing-masing berada di level 26.202,7 dan 8.020,2 sedangkan indeks DJ Euro Stoxx dan FTSE 100 masing-masing ditutup berada pada level 3.394,9 (+1,3%) dan pada level 7.203,9 (+1,1%). 

News Highlights                               

Ø ANTM siap bangun 5 smelter Rp 102 T

Ø WSBP selesaikan pabrik di Kaltim

Ø EXCL menambah fiberisasi jaringan untuk teknologi 5G

Ø LSIP menargetkan produksi naik 5%

Ø SIMP merampungkan pabrik  kelapa sawit di Kalimantan Tengah

Ø SMBR butuh Rp 6 trilliun untuk ekspansi

Ø INDY  Buy Back Surat Utang Senilai USD 215 Juta

Ø JSMR Jajaki Emisi Obligasi Rp 2 Triliun

Ø KAEF Garap Pasar Nigeria 

Berita Emiten

Thursday , 22 Aug 2019 09:01

ANTM siap bangun 5 smelter Rp 102 T

ANTM berencana membangun lima proyek smelter (pabrik pengolahan dan pemurnian) yakni smelter untuk alumina, blast furnace, feronikel, stainless steel dan kobalt untuk kebutuhan baterai senilai total US$ 7,2 miliar atau setara dengan Rp 102 triliun (asumsi kurs Rp 14.100/USD).

WSBP selesaikan pabrik di Kaltim

WSBP tengah menyiapkan sebuah pabrik di kawasan Penajeman Paser Utara, Kalimantan Timur yang diharapakan akan beroperasi pada awal 2020. Pabrik tersebut akan memproduksi box grider, PCT grider, square pile dan CCSP kapasitas produksi sebesar 250.000 ton pa.

EXCL menambah fiberisasi jaringan untuk teknologi 5G

EXCL melakukan uji coba jaringan 5G lewat hologram dan cloud gaming pada Rabu (21/8) di XL Axiata Tower, Jakarta. Uji coba kali ini dilakukan pada frekuensi 28 GHz dengan bandwith 100 MHz. EXCL menggandeng Ericsson sebagai mitra teknologinya. Uji coba dengan hologram ini menunjukkan kesiapan EXCL untuk mengimplementasikan jaringan 5G. 

LSIP menargetkan produksi naik 5%

LSIP menargetkan produksi di 2019 mencapai 453.168 ton atau tumbuh 5% yoy. Tahun ini LSIP menargetkan capex sebesar Rp 550 miliar, sebesar 5% capex dialokasikan untuk pemeliharaan dan penanaman kembali perkebunan.

SIMP merampungkan pabrik  kelapa sawit di Kalimantan Tengah

SIMP menargetkan akan menyelesaikan pabrik di Kalimantan Tengah dengan kapasitas produksi sebesar 60 ton TBS  per jam yang sebelumnya hanya 45 ton TBS petr jam. PKS ini akan berkontribusi sebesar 5%-8% terhadap produksi CPO. 

SMBR butuh Rp 6 trilliun untuk ekspansi

SMBR berencana membangun pabrik semen Baturaja III di Jambi berkapasitas 2 juta ton per tahun  dengan dana ekspansi mencapai Rp 5-6 trilliun. Saat ini SMBR sedang dalam proyek feasibility study dan diharapakan akan rampung pada 2020.

INDY  Buy Back Surat Utang Senilai USD 215 Juta

INDY menginformasikan bahwa pada 16 Agustus 2019 telah melaksanakan pembelian kembali sebagian surat utang senilai USD 215 juta. Jumlah tersebut merupakan sebagian dari surat utang sejumlah USD 500 juta yang diterbitkan tahun 2013 dan akan jatuh tempo pada 2023. Pembelian kembali surat utang tersebut dilakukan melalui anak perusahaan yaitu Energy Finance II BV.

JSMR Jajaki Emisi Obligasi Rp 2 Triliun

JSMR  masih menunggu untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun yang akan digunakan demi mendukung kebutuhan dana pembangunan tol. Obligasi tersebut memiliki tenor 8%-8,5% dan dipasarkan di dalam negeri.

KAEF Garap Pasar Nigeria

KAEF menargetkan dapat merealisasikan penjualan ekspor ke Nigeria pada akhir 2019, setelah mencapai kesepakatan bisnis dengan Topwide Pharmaceutical senilai US$2,5 juta dalam forum Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID).