Daily Views

Bursa Hari Ini

Monday , 24 Feb 2020 08:56
MARKET MOVEMENT
IHSG pada akhir pekan ditutup terkoreksi cukup dalam sebesar 1% berada pada level 5.882,3 dikontribusikan dari aksi tekanan jual investor untuk merealisasikan keuntungan pasca rally signifikan yang terjadi sebelumnya hingga mendekati level psikologis 6.000. Hampir keseluruhan indeks sektoral IHSG tecatat ditutup pada teritori negatif terutama berasal dari tekanan jual investor atas saham-saham berbasis sektoral industri dasar, konsumer, properti, perdagangan, manufaktur, aneka industri, finansial dan pertambangan. Hanya saham-saham berbasis sektoral infrastruktur ditutup naik dalam kisaran yang terbatas. Investor asing tercatat membukukan transaksi net sell senilai Rp 383 miliar sedangkan nilai tukar Rupiah cukup solid masih diperdagangkan di level Rp 13.760. Fokus perhatian investor masih tertuju pada wabah virus corona di luar Tiongkok dimana Pemerintah Korea Selatan menyatakan ada 52 kasus virus corona di daerah Daegu dan memberikan himbauan terhadap warga Daegu untuk tetap di rumah serta wajib mengenakan masker. Intensitas penyebaran wabah virus corona yang meningkat diluar Tiongkok berpotensi menimbulkan kontraksi ekonomi global. Hal ini menjadi faktor utama bursa Asia pagi hari ini dibuka melemah dimana indeks Nikkei dan KOSPI masing-masing terkoreksi sebesar 0,4% dan 2,8%. IHSG pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan berpotensi kembali mengalami koreksi dalam rentang yang terbatas antara 5.820-5.915.
 
GLOBAL UPDATE
Bursa AS dan Eropa pada perdagangan akhir pekan ditutup melemah signifikan tertekan oleh koreksi harga saham sektoral berbasis teknologi dan kembali meningkatnya kekhawatiran penyebaran wabah virus corona di luar Tiongkok dimana kasus virus corona mulai menyebar di kawasan daerah Daegu, Korea Selatan. Indeks bisnis AS pada bulan Februari mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir yang terdampak dari wabah virus corona dan momen Pilpres AS tahun ini. Kekhawatrin wabah virus corona sendiri sudah menyebabkan penjualan mobil Tiongkok anjlok signifikan 92% di bulan Februari. Indeks Dow Jones dan Nasdaq ditutup melemah masing-masing sebesar 0,8% dan 1,8% berada pada level 28.992,4 dan level 9.576,6. Sementara itu, indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx ditutup pada level 7.403,9 (-0,4%) dan pada level 3.800,4 (-0,6%).
 

 

NEWS HIGHLIGHTS
- ADHI Berencana Rights Issue Rp 2,9 Triliun pada 1H21
- JSKY akan Terbitkan MTN Rp 300 Miliar
- OJK Setujui Private Placement AISA
- MDKA Targetkan Produksi Emas 185.000 Ounce
- INTA Siapkan Capex Rp 50 Miliar
- TCID Pasang Target Moderat di 2020
- INCO Anggarkan Capex Lebih Rendah Tahun Ini
- META Perbesar Aset
- KINO Alokasikan Capex Rp 350 Miliar 

Berita Emiten

Monday , 24 Feb 2020 08:59
ADHI Berencana Rights Issue Rp 2,9 Triliun pada 1H21
ADHI mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun dan rights issue sebesar Rp 2,9 triliun. Nilai rights issue tersebut disepakati agar porsi kepemilikan saham publik sebesar 49%. Pengumpulan dana tersebut dilakukan ADHI untuk menggarap tujuh proyek investasi hasil prakarsa untuk periode 2020-2024.
 
JSKY akan Terbitkan MTN Rp 300 Miliar
JSKY berencana menerbitkan MTN sebesar Rp 300 miliar. Surat utang tersebut bernilai lebih dari 50% nilai ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Oktober 2019. Perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana untuk refinancing, dan investasi untuk pengembangan bisnis. 
 
OJK Setujui Private Placement AISA
OJK akhirnya memberi restu AISA untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. AISA dapat melaksanakan penambahan modal melalui PMTHMETD sesuai dengan keputusan RUPSLB yang digelar pada 9 Agustus 2019 silam. Dana hasil private placement akan digunakan untuk memperbaiki kondisi keuangan.
 
MDKA Targetkan Produksi Emas 185.000 Ounce
MDKA mematok target produksi emas pada tahun ini sekitar 165.000-185.000 ounce (oz) di tengah tren penguatan harga emas.
 
INTA Siapkan Capex Rp 50 Miliar
INTA pada tahun 2020 membidik kenaikan pendapatan mencapai 15% dengan berfokus pada bisnis inti dan terus mengembangkan diversifikasi bisnis.
 

 

TCID Pasang Target Moderat di 2020
TCID memasang target konservatif untuk tahun kerja 2020, yakni pertumbuhan penjualan di kisaran 5%-10%.
 
INCO Anggarkan Capex Lebih Rendah Tahun Ini
INCO menganggarkan belanja modal (capex) tahun ini dibawah realisasi anggaran tahun 2019 yang sebesar US$ 166,6 juta. Mayoritas capex 2020 akan disalurkan untuk keperluan pembangunan ulang tanur peleburan dan pengolahan bijih nikel (furnace) 4.
 
META Perbesar Aset
META bersiap mengoperasikan dua proyek infrastruktur dan melanjutkan satu pra-kualifikasi tender jalan tol tahun ini. Aksi korporasi ini diharapkan mendongkrak total aset perusahaan menjadi Rp 27,9 triliun pada 2020.
 
KINO Alokasikan Capex Rp 350 Miliar
KINO mengalokasikan dana capex Rp 350 miliar atau naik 16,7% dibandingkan dengan alokasi capex tahun lalu. Dana capex akan digunakan untuk penambahan kapasitas produksi, khususnya produk personal care. Pada 3Q19, KINO berhasil membukukan pendapatan Rp 3,48 triliun dimana segmen personal care menyumbangkan pendapatan hingga Rp 1,64 triliun. Adapun, KINO mengestimasi pertumbuhan pendapatan mencapai 20% atau Rp 5,62 triliun di 2020.