Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 05 Mar 2021 08:24

GLOBAL UPDATE
Bursa ekuitas AS ditutup melemah tajam pada Kamis (4/3), seiring kembali meningkatnya yield obligasi AS pasca pidato Jerome Powell. DJIA turun -1,11% menjadi 30.924, indeks S&P 500 turun -1,34% menjadi 3.768 dan indeks Nasdaq Composite turun -2,11% menjadi 12.723. Kekhawatiran investor saham kembali meningkat setelah Gubernur The Fed, Jerome Powell tidak memberikan perubahan terkait program pembelian aset untuk menahan kenaikan yield obligasi. Adapun, yield US Treasury 10-tahun kembali meningkat ke level 1,54% pada Kamis (4/3), pasca pidato Jerome Powell. Di sisi data, Departemen Tenaga Kerja AS merilis data klaim pengangguran awal tercatat sebanyak 745.000 (before: 730.000) pekan lalu, dengan rata-rata 4 minggu klaim pengangguran adalah 790.750 (Jan: 848.250). Investor berfokus pada rilis data tingkat pengangguran periode Februari dan neraca perdagangan Januari AS pada Jumat (5/3). Sejalan dengan AS, bursa ekuitas Eropa ditutup melemah dengan Indeks Pan-European Stoxx 600 turun -0,4% ke level 411,9. Sementara, bursa regional Eropa ditutup mixed dengan DAX Jerman -0,17%, CAC 40 Prancis +0,01%, FTSE MIB Italia +0,20% dan FTSE 100 -0,37%. Data tingkat pengangguran Januari zona Euro stabil di 8,1%, sedangkan penjualan ritel terkontraksi -5,9% MoM (Des:+2%). Adapun, PMI Konstruksi Inggris ekspansif di level 53,3 (Jan: 49,2) pada Februari. Dari Asia, mayoritas bursa regional ditutup di zona merah, dipimpin oleh bursa ekuitas Jepang dengan Indeks Nikkei 225 turun -2,13%. Kantor statistik nasional Korea Selatan melaporkan inflasi Februari 2021 tercatat tumbuh 1,1% YoY dan 0,5% MoM (Jan: 0,6% YoY, O,8% MoM). Fokus investor tertuju pada data neraca perdagangan China periode Februari yang akan dirilis Minggu (7/3). Bursa ekuitas Australia juga ditutup melemah dengan indeks S&P/ASX 200 turun -0,84% ke level 6.760. Neraca perdagangan Januari Australia tercatat sebesar AUS$ 10,14 miliar (Des: AUS$ 6,7 miliar), dengan ekspor +6% MoM dan impor -2% MoM. Sementara, penjualan ritel Januari tumbuh +0,5% MoM (Des: -4,1%). Dari komoditas, harga minyak mentah ditutup menguat ke level tertinggi, merespon kebijakan produksi OPEC+ yang diputusan tidak akan berubah hingga April. Minyak Brent dan WTI naik +4,2%, masing-masing ke level US$ 66,74/barel dan US$ 63,83/barel.

MARKET MOVEMENT
IHSG ditutup melemah -85,96 poin (-1,35%) di level 6.290,8 , setelah terkontraksi di zona merah pada rentang 6.270-6.369 sepanjang perdagangan Kamis (4/3). 8 dari 10 sektoral IHSG ditutup di zona merah dipimpin oleh sektor pertambangan (-2,87%), sektor keuangan (-1,79%) dan sektor infrastruktur (-1,71%). Sementara sektor perkebunan (+0,04%) dan sektor properti (+0,46%) menopang IHSG, merespon sejumlah insentif kebijakan dari pemerintah. Adapun, investor asing juga mencatatkan keseluruhan Net Sell sebesar Rp -17,70 miliar, dengan Net Sell Asing tertinggi adalah saham BBCA. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah -0,15% ke level Rp 14.266/US$. Penurunan harga nikel dan pergerakan yield obligasi AS kembali meningkatkan kekhawatiran investor. Adapun, aksi jual investor asing terhadap saham BBCA juga mendorong pelemahan indeks. Sementara, penemuan 2 kasus virus corona varian B117 (Inggris) di Indonesia turut menjadi sentimen negatif. IHSG pada perdagangan akhir pekan diperkirakan bergerak pada rentang 6.256-6.380.

NEWS HIGHLIGHTS

- Laba Bersih 2020 ADRO -63% YoY
- Penjualan Batubara 1M21 UNTR +114% YoY
- NKB 2M21 WEGE Rp 501,95 Miliar
- Rugi Bersih 2020 FREN Rp -1,5 Triliun
- WIKA Bangun Pabrik Aspal Rp 12 Triliun

Berita Emiten

Friday , 05 Mar 2021 08:25

Laba Bersih 2020 ADRO -63% YoY
ADRO membukukan pendapatan sebesar US$ 2,53 miliar (-27% YoY), seiring penurunan ASP (-18%) dan volume penjualan (-9%) pada 2020. Keseluruhan segmen mengalami penurunan dipimpin segmen pertambangan dan perdagangan batubara (-25% YoY). Adapun, ADRO juga menanggung kerugian JV sebesar US$ -9,01 juta. Alhasil, bottomline tercatat turun menjadi US$ 146,927 juta (-63,6% YoY) sepanjang 2020, dengan NPM di level 5,8% (2019: 11,7%).

Penjualan Batubara 1M21 UNTR +114% YoY

UNTR melalui anak usaha, PT Tuah Turangga Agung mencatatkan kenaikan volume penjualan batubara menjadi 1,606 juta ton (+114% YoY) pada 1M21. Realisasi penjualan terdiri atas batu bara thermal sebanyak 1,22 juta ton dan coking coal sebanyak 386.000. Di sisi lain, penjualan emas dan alat berat UNTR masih mengalami penurunan masing-masing -1,9% YoY dan -14,34% YoY.

NKB 2M21 WEGE Rp 501,95 Miliar

WEGE mencatatkan nilai kontrak baru (NKB) sebesar 11,89% dari target 2021 atau setara Rp 501,95 miliar hingga 2M21. Realisasi NKB terdiri dari tiga segmen utama yaitu konstruksi, modular and concession, serta pracetak gedung. Adapun, WEGE membidik total order book Rp 15,52 triliun pada 2021, dengan NKB Rp 4,22 triliun dan carry over sebesar Rp 11,3 triliun.

Rugi Bersih 2020 FREN Rp -1,5 Triliun
FREN membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar +34,6% YoY menjadi Rp 9,4 triliun sepanjang 2020. Namun, beban usaha (+9,7% YoY) dan beban bunga dan keuangan lainnya (+126% YoY) tercatat naik, ditambah dengan rugi kurs Rp -2,42 miliar dan lain lain Rp -3,5 miliar. Alhasil, FREN masih membukukan rugi bersih sebesar Rp -1,5 triliun (2019: Rp -2,18 triliun)

WIKA Bangun Pabrik Aspal Rp 12 Triliun

WIKA melalui anak usahanya, PT Wika Bitumen akan membangun big extraction plant (BEP) aspal berkapasitas 7 x 100.000 ton p.a dengan perkiraan nilai investasi mencapai Rp 12 triliun. Pembangunan pabrik fase 1 (kapasitas: 2 x 100.000 p.a) direncanakan akan dimulai tahun ini dengan potensi pendanaan INA, guna memenuhi demand aspal nasional pada 2023.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance