Daily Views

Bursa Hari Ini

Wednesday, 28 Jul 2021 08:03

GLOBAL UPDATE
Pertemuan komite kebijakan bank sentral AS yang dimulai semalam memberikan kehati-hatian bagi investor global. Terjadi aksi profit taking yang cukup besar untuk saham-saham teknologi, sehingga indeks utama terkoreksi pada penutupan sesi Rabu (28/7/2021). Indeks Nasdaq melemah 180,14 poin atau -1,2% ke level 14.660,58, indeks S&P 500 turun 20,84 poin atau -0,5% menjadi 4.401,46 dan DJIA melemah 85,79 poin atau -0,2% menjadi 35.058,52. Pelemahan harga saham di bursa AS menghiraukan sinyal positif dari rilis data ekonomi, indeks kepercayaan konsumen naik tipis ke 129,1 di bulan Juli (vs: 128,9 di bulan Juni). Fokus minggu ini tertuju pada pertemuan kebijakan The Federal Reserve, untuk petunjuk tentang prospek stimulus moneter, bersama dengan laporan keuangan perusahaan dari sejumlah emiten utama. Dari Eropa, Pan-European Stoxx 600 melemah -0,54% atau 2,94 poin menjadi 458,65, setelah investor memantau laporan keuangan perusahaan, bersama dengan cuaca ekstrem dan penyebaran Covid-19 di Eropa. Kebijakan Bank of England, Gerhan Vlieghe, mengatakan bank sentral harus menghindari pengurangan program stimulus moneternya setidaknya selama beberapa kuartal, di tengah lonjakan inflasi sementara dan ancaman Covid-19 yang masih ada.

MARKET MOVEMENT
Pada akhir perdagangan kemarin sore, IHSG ditutup melemah -0.15% ke level 6.097,1. Investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 46,2 miliar. Pasar reguler asing mencatatkan net buy sebesar Rp 24 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy sebesar Rp 22 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh ARTO (Rp 112,9miliar), TFAS (Rp 55,5miliar), dan TLKM (Rp 44,4 miliar). Dalam laporan ADB terbaru berjudul Asian Development Outlook Supplement - July 2021, lembaga tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini hanya 4,1% ( vs prediksi sebelumnya 4,5%). Investor saat ini lebih selektif memilik sektor yang minim terdampak atas lanjutan PPKM Level 4 yang dilakukan oleh pemerintah. Saham-saham sektor ritel tercatat melemah seiring dampak pelemahan terdalam yang berpeluang berlanjut ke 3Q21. Masih minimnya sentimen dan melemahnya indeks pasar IHSG hari ini berpotensi melanjutkan pelemahan dikisaran 6.048-6.129.

NEWS HIGHLIGHTS

- BJBR Mebukukan Laba Bersih Rp 924,4 miliar +14,42% YoY di 1H21
- GIAA Jalani Sidang Pertama PKPU
- Hingga 1H21 UNTR telah menjual 1.361 unit alat berat Komatsu atau naik +60% YoY

Berita Emiten

Wednesday, 28 Jul 2021 08:04

BJBR Mebukukan Laba Bersih Rp 924,4 miliar +14,42% YoY di 1H21.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) hingga 1H21 membukukan laba bersih sebesar Rp924,42 miliar, atau naik +14,42% YoY. Kenaikan laba bersih seiring naiknya pendapatan bunga sebanyak +7,85% YoY menjadi Rp6,48 triliun di 1H21. Disamping itu, perseroan berhasil menekan beban bunga menjadi Rp2,78 triliun atau turun -5,05%. Sehingga pendapatan bunga bersih tumbuh +20,14% YoY menjadi Rp3,69 triliun dari semula Rp3,08 triliun. Rasio NPL gross berhasil turun ke level 1,34% dari periode tahun lalu sebesar 1,60%. Sementara itu, pengimpunan DPK juga naik 9,10% ytd menjadi Rp116,14 triliun.

GIAA Jalani Sidang Pertama PKPU

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) jalano proses persidangan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap Garuda Indonesia oleh My Indo Airlines di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (27/7/2021). Agenda utama dalam persidangan perdana ini adalah pemeriksaan kelengkapan administratif pihak pihak terkait dalam proses permohonan PKPU
 

MYIA kepada GIAA.
Hingga 1H21 UNTR telah menjual 1.361 unit alat berat Komatsu atau naik +60% YoY
Penjualan alat berat PT United tractors (UNTR) di periode Juni 2021 mencapai 285 unit, naik +70,6% MoM.Penjualan di Juni 2021 merupakan yang tertinggi sejak 2020, mengalahkan rekor penjualan di Maret 2021 yakni 272 unit. Secara rinci, penjualan di Juni 2020 didominasi oleh penjualan ke segmen pertambangan yakni mencapai 47%, disusul penjualan segmen konstruksi sebesar 31%, segmen kehutanan (forestry) sebesar 12%, dan sektor agribisnis 10%. Hingga 1H21 UNTR telah menjual 1.361 unit alat berat Komatsu atau naik +60% YoY.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance