Daily Views

Bursa Hari Ini

Wednesday, 25 May 2022 09:24

MARKET MOVEMENT

IHSG ditutup menguat pada Selasa sore (24/5), ditengah koreksi bursa saham di kawasan Asia. IHSG ditutup menguat +73,37 poin atau +1,07% ke posisi 6.914,14. Namun, investor asing berbalik mencatatkan keseluruhan netsell sebesar Rp -54,7 miliar. Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-DRR) di level 3,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 Mei 2022. Bank sentral juga tetap mempertahankan suku bunga deposit facility di level 2,75% dan suku bunga lending facility di level 4,25%. Fokus tertuju pada rilis pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell dan Presiden European Central Bank (ECB), Christine Lagard terkait sikap kebijakan moneter yang akan diambil. Pada perdagangam Rabu (25/5), IHSG berpeluang bergerak menguat terbatas di kisaran 6.889-6.975.

GLOBAL UPDATE

Bursa ekuitas AS ditutup bervariasi dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir di zona merah, merespon kekhawatiran langkah agresif The Fed untuk menahan inflasi tinggi yang dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik +48,38 poin atau +0,15% menjadi 31.928,62, sedangkan indeks S&P 500 melemah -32,27 poin atau -0,81% ke 3.941,48 dan indeks Nasdaq Composite turun -270,83 poin atau -2,35% ke level 11.264,45. The Fed bersikap secara agresif mengatasi pertumbuhan harga yang persisten dengan menaikkan biaya pinjaman. Konsensus memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebesar 50 bps selama beberapa bulan ke depan. Fokus tertuju pada risalah dari pertemuan kebijakan moneter terbaru yang akan rilis di pekan ini. Sementara itu, Forum Ekonomi Dunia yang mengumpulkan para pemimpin politik dan bisnis dari seluruh dunia berlangsung di Davos pada pekan ini. Dari Eropa, Indeks Pan-European Stoxx 600 ditutup lebih rendah -1,14% atau - 4,96 poin menjadi 431,58, dengan sektor ritel dan travel keduanya melemah -3% untuk memimpin pelemahan. Bursa regional utama juga berakhir di zona merah dengan Indeks DAX Jerman -1,80% atau -255,65 poin menjadi 13.919,75, FTSE 100 Inggris -0,39% atau -29,09 poin menjadi 7.484,35, dan CAC 40 Perancis -1,66% atau -105,60 poin menjadi 6.253,14. Presiden European Central Bank (ECB), Christine Lagarde mengharapkan suku bunga deposito untuk dinaikkan setidaknya 50 basis poin pada akhir September 2022. Di sisi data, purchasing managers' index (PMI) untuk zona euro pada periode Mei berada di posisi 54,9 (Apr: 55,8), sedikit di bawah ekspektasi

Berita Emiten

Wednesday, 25 May 2022 10:15

AMAR Rights Issue Rp 1 Triliun

AMAR akan kembali melakukan penambahan modal melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, dengan target dana Rp 1 triliun. AMAR akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,59 miliar saham pada harga pelaksanaan Rp 280/saham. Cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 8 Juli 2022, dengan recording date pada 12 Juli 2022. Tolaram Group Inc selaku pemegang saham pengendali akan bertindak sebagai pembeli siaga.

Jadwal Pembagian Dividen Jumbo BYAN

RUPS BYAN menyetujui pembagian dividen tunai sebanyak US$ 1 miliar atau US$ 0,3/saham untuk tahun buku 2021. Dengan demikian, BYAN akan membagikan total dividen tunai setara Rp 14,5 triliun atau Rp 4.350/saham (asumsi kurs: Rp 14.500/US$) pada 15 Juni 2022. Adapun, cum dan ex dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 27-30 Mei 2022, dengan recording date pada 31 Mei 2022. Laba Bersih 1Q22 CSRA +150% YoY Laba bersih CSRA meningkat signifikan menjadi Rp 103,41 miliar (+149,9% YoY) dengan posisi margin 40,6% (1Q21: 23,5%), seiring pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 254,89 miliar (+45% YoY) hingga 1Q22. Pencapaian kinerja terutama disebabkan oleh tingginya ASP 1Q22, diantaranya CPO (+53,9% YoY), Kernel ( +79,8% YoY) dan TBS ( +63,1% YoY). Secara operasional, produktivitas CPO (OER) meningkat menjadi 20,4% (1Q21: 19,9%) dan KER meningkat menjadi 5,1% (1Q21: 4,7%).

 

Laba Bersih 1Q22 CSRA +150% YoY
Laba bersih CSRA meningkat signifikan menjadi Rp 103,41 miliar (+149,9% YoY) dengan posisi margin 40,6% (1Q21: 23,5%), seiring pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 254,89 miliar (+45% YoY) hingga 1Q22. Pencapaian kinerja terutama disebabkan oleh tingginya ASP 1Q22, diantaranya CPO (+53,9% YoY), Kernel ( +79,8% YoY) dan TBS ( +63,1% YoY). Secara operasional, produktivitas CPO (OER) meningkat menjadi 20,4% (1Q21: 19,9%) dan KER meningkat menjadi 5,1% (1Q21: 4,7%).

Laba Bersih 1Q22 MYOR -62,8% YoY

MYOR membukukan penjualan bersih sebesar Rp 7,58 triliun atau naik tipis +3,41% YoY pada 1Q22. Penjualan lokal masih mendominasi sebesar Rp 4,6 triliun (+7,7% YoY), dengan segmen makanan olahan dalam kemasan selaku kontributor utama naik +12,5% YoY. Namun, laba kotor turun -25% YoY menjadi Rp 1,65 triliun seiring peningkatan beban pokok penjualan menjadi Rp 5,93 triliun (+14,9% YoY), yang terutama diakibatkan oleh kenaikan biaya bahan baku dan pembungkus (+19,57% YoY). Alhasil dari bottomline, laba bersih turut terkoreksi menjadi Rp 1,56 triliun (-62,8% YoY).
 
PTBA Bagikan 100% Laba Sebagai Dividen
RUPST PTBA memutuskan pembagian dividen tunai sebesar 100% (2020: 36%) dari laba bersih untuk tahun buku 2021. Secara keseluruhan, PTBA akan membagikan senilai Rp 7,90 triliun atau setara Rp 688,5 per lembar saham sebagai dividen tunai. Adapun, pertumbuhan laba bersih perseroan turut tercatat pada 1Q22 sebesar Rp 2,27 triliun (+354,6% YoY), seiring kenaikan harga komoditas batubara dan kinerja operasional yang solid. Alhasil, PTBA turut meningkatkan target produksi 2022 menjadi 36,41 juta ton dan volume penjualan menjadi 37,1 juta ton.
 
Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance