Daily Views

Bursa Hari Ini

Thursday , 18 Apr 2019 09:15

Global Update

Pada perdagangan pagi ini, bursa Asia dibuka cenderung bervariasi terbatas ditengah rilis konerja keuangan emiten 1Q19 yang diatas ekspektasi seperti Morgan Stanley dan United Continental Holdings. Indeks Nikkei sendiri dibuka terkoreksi tipis sedangkan KOSPI juga dibuka melemah 0,2%. Untuk IHSG pada akhir pekan ini jelang libur Hari Raya Paskah diperkirakan berpeluang bergerak menguat signifikan dengan kisaran 6.450-6.575 ditopang dari hasil Quick Count Lembaga Survei Nasional yang rata-rata mencatat bahwa pasangan Jokowi-Ma’aruf Amin keluar sebagai pemenang Presiden-Wakil Presiden 5 tahun mendatang dengan kisaran 54% vs 45% (Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno).

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan tadi malam ditutup cenderung bervariasi dalam kisaran yang cukup sempit disebabkan koreksi yang melanda saham-saham sektoral healthcare, seperti UnitedHealth Group, Pfizer, Merck & Co dan Abbott Laboratories sehingga mengeliminasi positifnya rilis data ekonomi AS dan Tiongkok yang diatas ekspektasi konsensus ekonom. Defisit perdagangan AS turun ke level terendahnya pada bulan Februari 2019 sejak 8 bulan terakhir sejalan dengan turunnya impor barang dari Tiongkok sedangkan PDB Tiongkok di 1Q19 tercatat tumbuh sebesar 6,4% YoY. Indeks Dow Jones ditutup stagnan di level 26.449,5 sedangkan indeks S&P 500 ditutup melemah 0,2% di level 2.900,5. Sementara itu, indeks DJ Euro Stoxx ditutup naik 0,4% di level 3.477,7 sedangkan FTSE 100 stagnan di level 7.471,3. 

News Highlights                               

Ø  POLY Incar Pendapatan US$510 juta

Ø  ENRG Siap Produksi Gas di 2Q19

Ø  Lebaran, RICY Incar Pertumbuhan 20%

Ø  KRAS akan Masuk Holding Tambang

Ø  SMSM Bidik Rp4,5 T

Ø  POWR Kembangkan EBT

Ø  POWR bagikan dividen 2018 US$ 72,6 juta

Ø  UNTR Ekspansi Proyek Listrik

Ø  UNTR Bagikan Dividen Rp4,5 Triliun

Ø  UNTR siapkan dana capex US$ 800 juta

Ø  URBN mencatatkan marketing sales Rp 150 M 1Q19

Ø  ANTM siap bangun smelter nikel di Sorong tahun 2020

Ø  MYRX rights issue Rp 8,78 triliun

1Q19, Penjualan Semen Tumbuh 4% 

Berita Emiten

Thursday , 18 Apr 2019 09:18

POLY Incar Pendapatan US$510 juta

Di sepanjang 2019, POLY memproyeksikan pendapatan berada di kisaran US$506-510 juta, atau tumbuh 5,6-6,4% YoY dari posisi US$479 juta pada tahun lalu. Target yang konservatif ini dipicu kehadiran produk tekstil impor yang relative murah, sehingga menghimpit pertumbuhan produk tekstil lokal.

ENRG Siap Produksi Gas di 2Q19

ENRG siap memulai produksi gas di wilayah kerja yang dikelola anak usahanya, EMP Bentu yakni di Riau, pada 2Q19 mendatang. EMP Bentu masuk dalam 19 blok migas yang masuk dalam rencana pengembangan (plan of development) gas SKK Migas pada tahun 2019. Estimasi produksi EMP Bentu dari Lapangan Seng dan Segat adala sekitar 47-50 MMSCFD.

Lebaran, RICY Incar Pertumbuhan 20%

RICY memperkirakan penjualan di periode Ramadan dan Lebaran meningkat hingga 20% untuk pakaian dalam dan 40% untuk pakaian luar. Perseroan telah mengantisipasi permintaan yang meningkat dengan menyiapkan stok barang. Sepanjgn tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan laba bisa tumbuh 10% YoY atau mencapai Rp12,9 miliar, sejalan dengan penjualan yang diincar tumbuh 20% mencapai Rp2,53 triliun, upaya efisiensi di pabrik, serta nilai tukar USD yang lebih stabil.

KRAS akan Masuk Holding Tambang

Menteri BUMN sedang mengkaji KRAS untuk masuk ke dalam holding BUMN Pertambangan, dengan mengharuskan perseroan untuk kembali konsentrasi ke industry dasar, salah satunya dengan melepas sebagian kepemilikannya di bisnis jasa pelabuhan melalui PT Krakatau Bandar Samudera serta pembangkit listrik perseroan akan diambil alih oleh PT PLN (Persero). Dengan strategi tersebut, Menteri BUMN optimis investasi yang dilakukan oleh KRAS dapat dikembalikan, dan dana segar yang didapat bisa digunakan sebagai modal kerja. Selain itu, perseroan juga melakukan restruktuisasi utang dengan bank BUMN yaitu BMRI dan bank-bank swasta.

SMSM Bidik Rp4,5 T

SMSM membidik pertumbuhan pendapatan 2019 sebesar 15% menjadi Rp4,51 triliun dari Rp3,93 triliun pada tahun lalu, dengan memperbesar penjualan di pangsa pasar luar negeri. Perseroan menganggarkan capex sebesar Rp100 miliar yang akan digunakan untuk pembelian alat baru, dengan menggunakan kas internal.

POWR Kembangkan EBT

POWR akan mengembangkan pembangkit energy baru dan terbarukan (EBT) tenaga surya dan biomassa dari bahan bakar serpihan kayu dan cangkang sawit pada tahun ini. Adapun saat ini perseroan memiliki pembangkit listrik tenaga gas dan uap dengan bahan bakar batu bara. Dari sisi capex, perseroan menganggarkan US$40-50 juta dari kas internal, dimana US$20-25 juta diantaranya untuk biaya pemeliharaan pembangkit listrik tenaga gas dan batu bara, selebihnya untuk distribution capex dan pembangunan pembangkit listrik EBT.

POWR bagikan dividen 2018 US$ 72,6 juta

POWR membagikan dividen tahun buku 2018 sebesar Rp 66 per saham senilai total US$ 72,6 juta setara dengan rasio pembagian sebesar 92% dari realisasi laba bersih 2018 US$ 79 juta. 

UNTR Ekspansi Proyek Listrik

UNTR tengah melakukan studi untuk masuk ke bisnis pembangkit listrik tenaga air (PLTA) atau hydro power plant sebagai bagian pengembangan lini usaha.

UNTR Bagikan Dividen Rp4,5 Triliun

UNTR telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2019 dan menyetujui penggunaan laba bersih yang mencapai Rp11,1 triliun untuk dibagikan sebagai dividen tunai sebesar Rp1.193 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp4,5 triliun.

UNTR siapkan dana capex US$ 800 juta

UNTR mengalokasikan dana capex senilai US$ 700 juta hingga US$ 800 juta pad atahun ini yang akan digunakan untuk pemeliharaan alat berat anak perusahaan yakni PT Pamapersada Nusantara dan peluang akuisisi tambang antara lain thermal coal, cooking coal dan emas.

URBN mencatatkan marketing sales Rp 150 M 1Q19

URBN hingga 1Q19 perseroan telah mencatatkan marketing sales sebesar Rp 150 miliar atau mencapai 16,7% dari target tahun ini sebesar Rp900 miliar.

ANTM siap bangun smelter nikel di Sorong tahun 2020

ANTM tengah menggenjot hilirisasi melalui pembangunan smelter, salah satunya smelter nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua Barat yang direncanakan mulai dibangun tahun depan. Perusahaan menargetkan pembangunan smelter tersebut bisa berjalan pada tahun 2020, dengan proses pengerjaan yang membutuhkan waktu selama dua tahun.

MYRX rights issue Rp 8,78 triliun

MYRX akan melakukan rights issue V dengan melepas saham sebanyak 87,8 miliar lembar setara dengan 50% modal disetor dan target dana senilai Rp 8,78 triliun. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk peningkatan modal kerja dan anak perusahaan.