Daily Views

Bursa Hari Ini

Thursday , 24 Sep 2020 07:33

GLOBAL UPDATE

Bursa ekuitas AS melemah ke level terendah dalam delapan pekan terakhir menyusul peringatan dari pejabat The Fed mengenai perlunya lebih banyak stimulus untuk menopang perekonomian. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -1,92% menjadi 26.763,13, indeks S&P 500 melemah -2,37% ke level 3.236,92, sedangkan Nasdaq Composite Index turun -3,02% menjadi 10.632,99.Gubernur The Fed, Jerome Powell menegaskan bahwa jalan yang harus ditempuh bagi perekonomian untuk pulih kembali masih panjang dan kemungkinan akan membutuhkan lebih banyak dukungan. Peringatan tersebut datang beberapa hari setelah Kongres mencapai kesepakatan mengenai RUU pengeluaran untuk fokus menggantikan Ruth Bader Ginsburg di Mahkamah Agung. Hal ini memberikan tambahan kekhawatiran bagi investor dan menjadi sedikit pesimis terhadap pemulihan ekonomi. Dari eropa, Pan-European Stoxx 600 menguat +0,55% menjadi 359,53 seiring investor bereaksi terhadap rilis data Indeks Pembelian Manajer (PMI) komposit awal. Pertumbuhan aktivitas bisnis zona euro melambat pada September, dengan Indeks Pembelian Manajer (PMI) komposit awal berada di bawah ekspektasi, yakni 50,1 dan turun dari 51,9 pada Agustus. Di sisi lain, kasus Covid-19 meningkat lagi di Eropa dengan negaranegara termasuk Inggris memberlakukan kembali pembatasan untuk membatasi penyebaran virus, sehingga sempat memicu aksi jual terburuk dalam tiga bulan pada hari Senin. Fokus tertuju pada stimulus lebih lanjut dari bank sentral dan pemerintah untuk memerangi dampak ekonomi akibat krisis kesehatan.

MARKET MOVEMENT

Pada perdagangan kemarin sore, IHSG kembali terkoreksi untuk ketiga kali berturut-turut pada pekan ini. IHSG melemah -0,33% ke level 4.917,95 dengan investor Asing mencatatkan keseluruhan Net Sell sebesar Rp -233.8 miliar. Adapun, Top Sector Gainer adalah sektor Infrastruktur (+0,3%), sementara yang menjadi Top Sector Loser adalah sektor Aneka Industri (-0,96). Top Leading Movers adalah saham BBCA, KLBF, TLKM. Sementara, Top Lagging Movers adalah saham BBRI, BMRI, HMSP. IHSG cenderung melemah di bulan September, kami melihat saham-saham second liner memiliki kinerja yang sangat baik untuk dikoleksi kembali. IHSG berpeluang menguat terbatas pada hari ini di kisaran 4.865 - 4.971.
 
NEWS HIGHLIGHTS
 
- Target Capex 2020 SIMP Rp 1,6 Triliun
- ANTM akan Garap Tambang Emas Eks Freeport
- BIRD Jajaki Layanan Logistik
- CSAP Targetkan Ekpansi 3 Gerai di 4Q20

Berita Emiten

Thursday , 24 Sep 2020 07:34

Target Capex 2020 SIMP Rp 1,6 Triliun

SIMP menargetkan realisasi capital expenditure (capex) berkisar antara Rp 1,5 triliun-Rp 1,6
triliun hingga akhir tahun 2020. Sebesar Rp 1 triliun-Rp 1,1 triliun akan digunakan untuk
penanaman kembali, peremajaan sawit dan tanaman baru, serta penambahan kapasitas
refinary. Sementara, Rp 500 miliar akan digunakan oleh anak usaha, LSIP untuk perawatan dan
peremajaan tanaman belum menghasilkan, perbaikan infrastruktur serta penyelesaian pabrik
sawit baru di KalTim.
 
ANTM akan Garap Tambang Emas Eks Freeport
ANTM berpotensi menggarap tambang emas Grasberg eks PT Freeport Indonesia di Papua,
setelah mendapat dukungan dari Kementerian BUMN terkait prioritas pengelolaan. Sementara
itu, ANTM tengah aktif melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah IUP (Izin Usaha Pertambangan)
di Pongkor serta tinjauan di wilayah Pegunungan Bintang, Papua dan Papandayan, Jawa Barat.

BIRD Jajaki Layanan Logistik

BIRD memulai program layanan logistik secara business to business (BtoB) guna memanfaatkan
armada di tengah pandemi Covid-19, melalui fitur Birdkirim di aplikasi MyBluebird. Adapun,
BIRD telah menggandeng mitra dari lini bisnis yang berbeda, diantaranya Hotel Dharmawangsa,
Hotel Aston Priority Simatupang, Mall Plaza Indonesia, Central Park, Neo Soho dan ICE BSD
Restaurant.
 
CSAP Targetkan Ekpansi 3 Gerai di 4Q20
CSAP menargetkan ekspansi 3 gerai baru Mitra10 di wilayah Jabotabek, Jawa Timur, dan
Kalimantan pada 4Q20. Dana capex yang digunakan untuk membuka satu gerai diperkirakan
sekitar Rp 100 miliar. Sementara, total capex yang dialokasikan untuk tahun ini sebesar Rp 700
miliar.
 
Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance