Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 17 Jan 2020 08:48
MARKET MOVEMENT
IHSG pada perdagangan kemarin berlangsung dalam tekanan jual investor sepanjang sesi perdagangan yang pada akhirnya mengalami rebound dan ditutup naik tipis ke level 6.286,0. Hal ini ditopang oleh aksi akumulasi saham berbasis sektoral pertambangan, perkebunan, industri dasar, perdagangan, konsumer dan manufaktur pasca koreksi yang terjadi kemarin. Tekanan jual masih terjadi dan melanda saham-saham berbasis sektoral aneka industri, property, infrastruktur dan finansial. Investor asing melakukan aksi tekanan jual dengan membukukan transaksi Net Sell senilai Rp 732 miliar sedangkan nilai tukar Rupiah tercatat cukup solid dan stabil di level Rp 13.658,- per dolar AS. Sementara itu, bursa Asia pada perdagangan akhir pekan ini dibuka menguat merespon penguatan bursa AS yang kembali mencetak rekor penutupan baru berkat kinerja emiten 4Q19 yang solid dan perjanjian perdagangan AS-Tiongkok dan perjanjian baru AS dengan Meksiko dan Kanada. Indeks Nikkei dan KOSPI masing-masing dibuka menguat sebesar 0,5% dan 0,2%. IHSG sendiri pada akhir pekan ini kami perkirakan mengekor pergerakan menguat bursa regional dan AS dengan kisaran perdagangan antara 6.230 – 6.335.
 
GLOBAL UPDATE

Bursa AS pada perdagangan tadi malam ditutup mengalami penguatan yang signifikan dipicu oleh penandatangan pakta perjanjian perdagangan AS-Tiongkok tahap I, Senat AS menyetujui perjanjian perdagangan yang baru antara AS dengan Meksiko dan Kanada serta adanya rilis kinerja Morgan Stanley 4Q19 yang melebihi ekspektasi. Indeks Dow Jones dan Nasdaq ditutup menguat masing-masing sebesar 0,9% dan 1,1% yang sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru di level 29.297,6 dan di level 9.357,1. Sementara itu bursa Eropa ditutup melemah dimana indeks FTSE 100 terkokeksi sebesar 0,4% di level 7.609,8 dikarenakan investor mengalihkan fokus perhatiannya terhadap tensi kekhawatiran atas proses negosiasi lanjutan antara AS-Tiongkok pasca ditandatanganinya pakta perjanjian tahap I. Investor sendiri akhir pekan ini juga menanti rilis data PDB Tiongkok dimana ekonom mengekspektasikan pertumbuhan PDB Tiongkok di 2019 sebesar 6,1% yang merupakan level paling rendah pertumbuhan PDB Tiongkok sepanjang 29 tahun akibat signifikannya dampak perang dagang AS-Tiongkok. 

NEWS HIGHLIGHTS
- UCID Masih Kantongi Sisa Dana IPO Rp 882 Miliar
- PTPP dan China Aluminium International Engineering Tekan Kontrak Smelter Alumina
- SLIS Bidik Pertumbuhan Penjualan 30%
- ELSA Siapkan Capex Rp 1 Triliun
- MINA Targetkan Penjualan Proyek Residensial Rp 30 Miliar
- MABA Incar Pertumbuhan 30% pada 2020
- GGRM Akan Bangun Bandara di Kediri Mulai April 2020
- ACES Targetkan Buka 10-15 Gerai Baru di 2020

- SHIP Raih Kontrak dari Petrochina US$ 138,8 Juta 

Berita Emiten

Friday , 17 Jan 2020 08:50
UCID Masih Kantongi Sisa Dana IPO Rp 882 Miliar
UCID telah merealisasikan sebesar 24% dari dana hasil penawaran umum perdana untuk membayar utang kepada Unicharm Corporation senilai Rp274,97 miliar. Perseroan masih memiliki sisa dana IPO senilai Rp882 miliar.
 
PTPP dan China Aluminium International Engineering Tekan Kontrak Smelter Alumina
PTPP telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan smelter grade alumina refinery bersama China Aluminium International Engineering Corporation Ltd.
 
SLIS Bidik Pertumbuhan Penjualan 30%
SLIS membidik kenaikan pendapatan sebesar 30% tahun ini menjadi sekitar Rp 530 miliar. Target tersebut didukung optimisme terhadap permintaan kendaraan listrik.
 
ELSA Siapkan Capex Rp 1 Triliun
ELSA mengalokasikan dana capex sekitar Rp 1 triliun pada tahun ini. Dana capex akan digunakan untuk tiga tujuan yakni mendorong pertumbuhan bisnis, pengelolaan kapasitas serta pengembangan bisnis baru. ELSA juga membentuk konsorsium dengan PT Dowell Anadrill Schlumberger dengan nilai kontrak US$ 95,6 juta untuk proyek jasa cementing dan drilling fluid di Delta Mahakam.
 
MINA Targetkan Penjualan Proyek Residensial Rp 30 Miliar
MINA menyiapkan biaya investasi Rp 20 miliar yang bersumber dari kas internal, pinjaman bank dan dana bergulir hasil penjualan untuk proyek residensial di Boyolali, Jawa Tengah. Total 1.100 unit rumah akan dibangun di area seluas 11 ha. Dari proyek perumahan inI, MINA menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10%-20% YoY.
 

 

MABA Incar Pertumbuhan 30% pada 2020
MABA menargetkan pertumbuhan bisnis meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga saat ini, penyumbang pendapatan terbesar adalah sektor properti terutama produk apartemen dan perkantoran sebesar 75%.
 
GGRM Akan Bangun Bandara di Kediri Mulai April 2020
Bandara Kediri di Jawa Timur segera dibangun mulai April 2020 dengan sistem Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) antara PT Gudang Garam Tbk dan PT Angkasa Pura I (Persero). Rencananya  ini bisa menampung sekitar 1,5 juta penumpang. Setelah itu, kapasitas penumpang akan terus dikembangkan dalam dua tahap berikutnya.
 
ACES Targetkan Buka 10-15 Gerai Baru di 2020
ACES terus melakukan ekspansi. Emiten penghuni indeks Kompas100 ini mengalokasikan capex sebesar Rp 250 miliar dengan berencana membuka 10 gerai-15 gerai baru. ACES menargetkan pendapatan tahun ini setidaknyan bisa tumbuh 8%-9% YoY.
 
SHIP Raih Kontrak dari Petrochina US$ 138,8 Juta
Melalui anak usahanya, PT Suasa Benua Sukses, SHIP mendapatkan kenaikan kontrak sebesar US$ 138,8 juta dari Petrochina International Jabung Ltd. Dengan penerimaan kontrak ini, kontrak yang diterima SHIP dari Petrochina bertotal US$265,17 juta.