Daily Views

Bursa Hari Ini

Tuesday , 19 Oct 2021 07:48

GLOBAL UPDATE
Bursa ekuitas AS ditutup mixed pada perdagangan awal pekan, seiring ekspektasi terhadap laporan keuangan menyusul hasil yang kuat pada pekan lalu. Indeks DJIA turun +0,1% menjadi 35.258, sedangkan indeks S&P 500 naik +0,34% menjadi 4.486 dan Nasdaq Composite +0,84% ke level 15.021. Di sisi lain, Yield US Treasury berada di level 1,627% atau naik dari 1,572% pada akhir pekan lalu. Dari data, produksi industri AS terkoreksi -1,3% MoM atau melambat menjadi +4,6% YoY (eks:+5,7% YoY) pada September, akibat kendala pasokan yang terus menghambat manufaktur. Fokus investor tertuju pada lanjutan rilis laporan kinerja 3Q21 emiten pekan ini diantaranya Netflix, Johnson&Johnson, United Airlines, Procter & Gamble, Tesla, Verizon dan IBM. Dari Eropa, indeks Pan-European Stoxx 600 ditutup -0,5% ke level 467,04, tertekan penurunan saham otomotif (-1,9%). Investor merespon negatif lonjakan harga minyak, meningkatkan kekhawatiran lonjakan inflasi. Indeks regional utama juga ditutup di zona merah dengan indeks DAX Jerman -0,72%, CAC 40 Perancis -0,81% dan FTSE 100 Inggris -0,42%. Mayoritas bursa regional utama Asia ditutup melemah dengan indeks Hang Seng -0,4%, Shanghai Composite -0,12%, Nikkei 225 turun -0,15% dan KOSPI -0,28%. Prospek pemulihan ekonomi yang melambat, membebani laju saham regional. Adapun, realisasi pertumbuhan ekonomi 3Q21 China tercatat dibawah ekspektasi, sebesar +4,9% YoY (2Q21: +7,9% YoY). Secara sektoral, pertumbuhan produksi industri melambat menjadi +3,1% YoY (eks: +4,5% YoY), sedangkan penjualan ritel naik menjadi 4,4% (eks: +3,3% YoY) pada September lalu. Di sisi lain, pernyataan Presiden Xi Jinping terkait pajak properti lebih tinggi, turut menjadi sentimen negatif.

MARKET MOVEMENT
IHSG bergerak cenderung menguat dan ditutup +25,43 poin (+0,38%) ke level 6.658 pada awal pekan. 8 dari 11 sektoral IHSG ditutup di zona hijau, dengan sektor transportasi dan logistik (+1,80%) memimpin penguatan. Adapun, investor asing juga mencatatkan Net Buy sebesar Rp 1,02 triliun di seluruh pasar, dengan Net Buy Asing terbesar dicatatkan oleh saham BBRI (Rp 545,4 miliar). Di sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah -0,25% ke level Rp 14.110/US$, menyusul kenaikan yield US Treasury. Pergerakan cukup terbatas seiring investor cenderung mengamankan profit jelang libur pada tengah pekan ini. Namun, penguatan mayoritas harga komoditas, capital inflow dan percepatan laju vaksinasi menjadi sentimen positif. Adapun, Menteri Kesehatan menyatakan target masyarakat yang telah divaksin dosis 1 sebesar 80,5% dari total populasi diatas 12 tahun diperkirakan dapat tercapai pada akhir tahun ini. Pernyataan tersebut didukung oleh percepatan laju vaksinasi yang telah mencapai level 2 juta dosis suntikan per hari. Dari data, investor menanti hasil RDG BI terkait keputusan suku bunga 7 Days Repo Rate (BI-7DRRR) pada hari ini. IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang melanjutkan penguatan, bergerak pada rentang 6.624-6.688.

NEWS HIGHLIGHTS

- PPRE Raih Kontrak Baru Rp 4,7 Triliun hingga 3Q21
- KLBF Siapkan Dana Rp 200 Miliar per Tahun untuk Bisnis Digital
- IPTV Akuisisi Cameo Project
- ICBP Siapkan Global Bond

Berita Emiten

Tuesday , 19 Oct 2021 07:49

IPTV Akuisisi Cameo Project
IPTV telah menyetujui untuk mengakuisisi Cameo Project sebesar 57%. Langkah tersebut dilakukan oleh perseroan sebagai komitmen berkelanjutan untuk dapat secara konsisten meningkatkan berbagai penawaran variasi konten digital yang berkembang pesat, terutama konten yang dikhususkan untuk platform OTT, Vision+. Adapun saat ini, Vision+ merupakan OTT SVOD yang mengalami pertumbuhan terpesat di pasar, dengan memiliki 50,3 juta MAU dan lebih dari 2 juta pelanggan berbayar.

ICBP Siapkan Global Bond

ICBP berencana menerbitkan surat utang berdenominasi dolar AS (global bond) untuk membayar retensi hingga US$ 650 juta yang akan jatuh tempo pada April 2022. Dalam penjajakan rencana penawaran umum global bond ini, ICBP menunjuk joint bookrunners yaitu Deutsche Bank AG Singapore Branch, UBS AG Singapore Branch, BNI Securities Pte. Ltd. Selanjutnya DBS Bank Ltd., Mandiri Securities Pte. Ltd., Mizuho Securities (Singapore) Pte. Ltd., Natixis Singapore Branch, OCBC Ltd., dan SMBC Nikko Capital Markets Limited. Adapun, perseroan sudah mengantongi peringkat dari MoodyĆ½s Investor Service dan Fitch Ratings dengan masing masing BBB- dan Baa3.

PPRE Raih Kontrak Baru Rp 4,7 Triliun hingga 3Q21
PPRE membukukan kontrak baru senilai Rp 4,7 triliun (+241% YoY) atau sebesar 130% dari total target 2021. Secara komposisi per lini bisnis, saat ini perolehan kontrak baru didominasi lini Mining Services (49,5%). Adapun perseroan memperkirakan masih dapat meraih kontrak baru sekitar Rp 700 miliar-Rp 1 triliun pada 4Q21. Penambahan kontrak baru sebesar Rp 1,2 triliun dapat diperoleh dari Proyek Pembangunan Jalan Hauling Tambang Batu.

KLBF Siapkan Dana Rp 200 Miliar per Tahun untuk Bisnis Digital

KLBF berupaya terus memperkuat bisnis digitalnya dengan dana alokasi sekitar Rp 100 miliar-Rp 200 miliar per tahun (bukan capital expenditure). Sekadar informasi, beberapa waktu lalu KLBF telah memperluas sayap bisnis digitalnya dengan menyuntikkan dana Rp 62,5 miliar kepada anak usaha PT Karsa Lintas Buana untuk mengakuisisi Medika Komunika Teknologi, perusahaan yang mengelola KlikDokter. Adapun sebelumnya, KLBF telah memiliki layanan KALCare yang juga memiliki layanan Omni Channel.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance