Daily Views

Bursa Hari Ini

Friday , 05 Jun 2020 09:14

GLOBAL UPDATE

Bursa AS ditutup variatif, seiring investor bergulat dengan data ketenagakerjaan yang mengecewakan dan aksi jual akhir-akhir ini di saham teknologi. DJIA ditutup flat atau +0,05% menjadi 26.281,82, S&P 500 turun 0,34% menjadi 3.112,35 sedangkan Nasdaq Composite Index berkurang 0,69% menjadi 9,615.81. Facebook dan Netflix keduanya merosot lebih dari 1,6%. Amazon ditutup 0,7% lebih rendah sementara Alphabet dan Apple masing-masing turun lebih dari 0,8%. Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan 1,877 juta warga AS mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, melampaui estimasi sebesar 1,775 juta. Klaim pengangguran terus naik tajam, hampir mencapai 21,5 juta. Laporan itu muncul menjelang rilis data ketenagakerjaan bulanan yang dijadwalkan Jumat ini. Diperkirakan lebih dari 8 juta kehilangan pekerjaan pada Mei, sementara tingkat pengangguran melonjak hampir 20%. Dari eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) mengejutkan pasar, mengumumkan akan perluasan Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP) sebesar 600 miliar euro (USD 672 miliar). Ekspansi PEPP itu menambah dana pembelian obligasi pemerintah yang ditetapkan Maret lalu, yakni 750 miliar euro, sehingga nilai total pembelian aset menjadi 1,35 triliun euro dalam upaya untuk mengatasi penurunan ekonomi.

MARKET MOVEMENT

IHSG ditutup ke zona merah dan berakhir di level 4.916, terkoreksi -0,49%. Investor asing mencatatkan net buy Rp 980,28 miliar dengan nilai tukar rupiah melemah tipis 0,07% di level Rp 14.060. Investor masih terfokus dengan PSBB transisi yang berpeluang meningkatkan infeksi. Masih banyaknya ketidakpastian global, kami menyarankan investor untuk mengakumulasi sektor yang cukup kuat untuk menopang pasar dengan kondisi fundamental yang baik seperti perbankan dan consumer related. IHSG berpeluang flat pada akhir pelan ini dikisaran 4,810- 4,975.

NEWS HIGHLIGHTS

- GGRM Tambah Modal ke Surya Dhoho Investama
- ITMG Bagikan Dividen Tunai US$ 97 Juta
- DSNG Raih Fasilitas Pinjaman US$ 30 Juta dari &Green
- PBID Bagikan Dividen Tunai Rp 59 per Saham
- Pendapatan 1Q20 FREN Tumbuh 41% YoY

Berita Emiten

Friday , 05 Jun 2020 09:18

GGRM Tambah Modal ke Surya Dhoho Investama

GGRM bersama dengan PT Suryaduta Investama melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh kepada anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama (SDHI), yang semula Rp 3 triliun menjadi Rp 4 triliun pada 2 Juni 2020. Penambahan modal dilakukan untuk mendukung proyek Bandar Udara Dhoho di Kediri, Jawa Timur yang membutuhkan dana sekitar Rp 6 triliun dengan rincian Rp 3 triliun untuk pembebasan tanah dan Rp 3 triliun untuk pembangunan bandara.

ITMG Bagikan Dividen Tunai US$ 97 Juta

RUPS ITMG telah menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 75% dari laba bersih tahun buku 2019 sebesar US$ 129,42 juta. Dengan demikian, total dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham sekitar US$ 97 juta. Senilai US$ 41,98 juta atau setara dengan Rp 570 per saham akan dibagikan dengan cum date di pasar reguler dan negosiasi pada, Jumat (5/6/2020).

PBID Bagikan Dividen Tunai Rp 59 per Saham

PBID mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 110,62 miliar atau setara Rp 59 per lembar pada 2 Juli 2020 mendatang. Total dividend payout ratio sebesar 49,63% (vs 31,8% di 2018) terhadap total laba perseroan sebesar Rp 222,9 miliar untuk tahun buku 2019. Cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi adalah 15 Juni 2020.

DSNG Raih Fasilitas Pinjaman US$ 30 Juta dari &Green

DSNG telah menandatangani fasilitas pinjaman sebesar US$ 30 juta dengan tenor 10 tahun dari Stichting Andgreen.fund (&Green). Adapun &Green adalah perusahaan dana investasi yang mendanai produksi komoditas berkelanjutan untuk melindungi hutan tropis. Fasilitas pinjaman tersebut dapat memberikan fleksibilitas keuangan yang dibutuhkan DSNG sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang memiliki komitmen untuk mengelola, mengoperasikan, dan memproduksi minyak sawit berkelanjutan yang bersertifikat.

Pendapatan 1Q20 FREN Tumbuh 41% YoY

FREN membukukan lonjakan pendapatan sebesar 41,13% menjadi Rp 1,99 triliun hingga 1Q20 (vs. Rp 1,41 triliun di 1Q19). Peningkatan pendapatan berasal dari pertumbuhan jasa telekomunikasi data perseroan menjadi Rp 1,81 triliun dari sebelumnya Rp 1,33 triliun dan jasa telekomunikasi non data sejumlah Rp 105,98 miliar dari semula Rp 60,09 miliar.

Sumber: Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Detik Finance