Daily Views

Bursa Hari Ini

Thursday , 21 Feb 2019 09:32

Market Movement

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat terbatas sebesar 0,3% di level 6.512,8 didorong oleh aksi akumulasi saham investor dimana investor asing tercatat membukukan transaksi net buy senilai Rp 450 miliar. Hanya tercatat saham-saham berbasis sektoral perkebunan dan infrastruktur yang ditutup terkoreksi akibat adanya aksi profit taking. Pergerakan naik IHSG ditopang oleh menguatnya saham-saham berbasis sektoral industri dasar, properti, manufaktur, pertambangan dan perdagangan. Sementara itu, nilai tukar Rupiah tercatat ditutup menguat sebesar 0,4% berada di level Rp 14.044,- per dolar AS. IHSG pada perdagangan hari ini kami perkirakan masih akan cenderung bergerak volatile dan fluktuatif dengan kisaran yang terbatas antara 6.475 – 6.550.

Global Update

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan tadi malam ditutup menguat dalam rentang yang terbatas pasca The Fed menyatakan lagi untuk lebih bersabar dalam kelanjutan penaikan suku bunga acuan, FFR pada tahun ini serta adanya optimisme atas perkembangan pembahasan negosiasi perdagangan antara AS dan Tiongkok. Sementara itu, harga minyak dunia ditutup naik signifikan 1,5% berada pada level US$ 56,9 per barel, mendekati level tertiingginya tahun ini disebabkan adanya pemangkasan produksi terutama negara OPEC dan ekspektasi gangguan pasokan akibat sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela. Indeks Dow Jones dan FTSE 100 masing-masing ditutup naik sebesar 0,2% dan 0,7% di level 25.954,4 dan di level 7.228,6. 

News Highlights                               

Ø  BBCA, BMRI, dan BBNI Danai Pembangkit Listrik Salim Group

Ø  FREN Buka Opsi Konsolidasi

Ø  FREN Siapkan Capex US$200 Juta

Ø  Januari, Produksi CPO MGRO Tumbuh 11,5%

Ø  MYOH Realisasikan 7% Target Volume Pengerjaan OB

Ø  Pengerjaan OB DOID Tumbuh 23%

Ø  MYOR Siap Investasi US$75 Juta di Filipina

Ø  Penjualan MLBI Tumbuh 7,67%

Ø  Volume Penjualan SMGR Turun 6%

Ø  Harga IPO Arkha Jayanti Rp190-300

Ø  SILO cetak laba bersih 2018 Rp 16,2 miliar

Ø  PEHA bukukan laba bersih 2018 Rp 132,3 miliar

Ø  BDMN cetak laba bersih 2018 Rp 3,92 triliun

Ø  TGRA Gandeng Jepang Kerjakan PLTMH US$20 Juta

Ø  TCID Bidik Kenaikan Penjualan 5%-10%

Ø  SSIA menarik fasilitas pinjaman

Ø  FORZ siapkan Rp 500 milliar utuk tiga proyek

Ø  Harga emas batangan ANTM mencetak rekor tertinggi

Ø  Pabrikan Otomotif Siap Terapkan B30

Pajak korporasi di luar negeri diperlonggar 

Berita Emiten

Thursday , 21 Feb 2019 09:37

BBCA, BMRI, dan BBNI Danai Pembangkit Listrik Salim Group

Tiga bank besar, BBCA, BMRI, dan BBNI mengucurkan kredit sindikasi senilai Rp3,96 triliun dan US$140,6 juta untuk PT Tamaris Hidro, perusahaan pembangkit listrik dibawah kendali grup Salim. Suku bunga kredit rupiah ditentukan sebesar LPS Rate+4,5% sedangkan untuk valas senilai LIBOR+3%.

FREN Buka Opsi Konsolidasi

FREN diketahui sedang intensif mendiskusikan peluang konsolidasi dengan operator telekomunikasi di Indoensia sebagai salh satu upaya pemerintah meningkatkan efisiensi industry telekomunikasi melalui rencana relaksasi aturan terkait dengan transfer atau pengalihan spectrum. Sentimen tersebut berujung pada spekulasi potensi merger antara ISAT dan FREN, ISAT dan EXCL maupun ISAT dengan EXCL.

FREN Siapkan Capex US$200 Juta

Tahun ini, FREN menyiapkan capex US$200 juta yang berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Sementara dari sisi kinerja, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di atas 10% YoY.

Januari, Produksi CPO MGRO Tumbuh 11,5%

MGRO membukukan kenaikan produksi CPO sebesar 11,5% YoY dari 14.445 ton pada Januari 2018 menjadi 16.131 ton pada Januari 2019. Adapun di bulan pertama ini, perseroan berhasil membukukan laba Rp9,67 miliar dibandingkan rugi Rp670 juta pada Januari 2018 lalu berkat membaiknya harga CPO seiring menyusutnya persediaan di awal tahun ini. Adapun tahun ini, penjualan ditargetkan mencapai Rp5 triliun, 2,5 kali dari target tahun lalu Rp2 triliun dengan laba bersih yang mencapai Rp123 miliar dari target tahun lalu Rp50 miliar, sejalan dengan rampungnya pabrik refinery baru pada Juni 2019 mendatang.

MYOH Realisasikan 7% Target Volume Pengerjaan OB

Pada Januari 2019, volume pengerjaan overburden removal (OB) MYOH mencapai 4,3 juta bcm, sekitar 7% dari target 58,1 juta bcm pada tahun ini, karena curah hujan yang jauh di atas prediksi perseroan. Untuk mendongkrak aktivitas pertambangan, perseroan telah melakukan penambahan 5 dump truck baru dari total 10 unit yang ditargetkan pada 2019, sehingga total dump truck perseroan saat ini bertambah dari 133 unit menjadi 138 unit.

Pengerjaan OB DOID Tumbuh 23%

DOID mengerjakan OB sebanyak 30,6 juta bcm pada Januari 2019, naik 23% YoY dari 24,8 juta bcm pada periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu volume produksi batu bara perseroan naik 31% YoY dair 3,2 juta ton menjadi 4,2 juta ton pada 1M19.

MYOR Siap Investasi US$75 Juta di Filipina

MYOR menargetkan ekspor dapat tumbuh 15-20% pada tahun ini dengan Filipina sebagai contributor utama. Untuk itu, perseroan siap menanamkan investasi US$75 juta di negara itu untuk memabngun pabrik kopi kemasan secara bertahap. Pendirian pabrik tersebut diperkirakan mengambil porsi sekitar 10-15% dari penjualan ekspor ke Filipina.

Penjualan MLBI Tumbuh 7,67%

MLBI mencatatkan penjualan sebesar Rp3,65 triliun sepanjang 2018, naik 7,67% YoY dari Rp3,39 triliun pada 2017, sementara laba bersih turun 7,35% YoY dari Rp1,32 triliun menjadi Rp1,22 triliun terkait dengan pengembalian cukai pada 2017 sebesar Rp206 miliar.

Volume Penjualan SMGR Turun 6%

SMGR mencatatkan volume penjualan semen sebanyak 2,15 juta ton pada Januari 2019, turun 6,2% YoY dari 2,28 juta ton pada Januari 2018, terutama pada jenis semen curah karena sudah banyak proyek yang telah rampung. 

Harga IPO Arkha Jayanti Rp190-300

Calon emiten bidang manufaktur, PT Arkha Jayanti Persada menetapkan harga saham perdana pada rentang Rp190-300 per saham selama masa penawaran umum yang berlangsung pada 18-22 Februari ini. Tingkat harga tersebut mencermintkan PER 2019 sekitar 10,5-15,5x. Perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 500 juta saham baru sehingga berpotensi menggalan dana hasil IPO Rp95-150 miliar, dimana 70% diantaranya akan digunakan untuk modal kerja berupa bahan baku dan bahan pembantu dan 30% sisanya untuk pembayaran utang bank dan utang kepada supplier.

SILO cetak laba bersih 2018 Rp 16,2 miliar

SILO membukukan pendapatan tahun 2018 senilai Rp 5,96 triliun naik sebesar 12,4% YoY dibandingkan dengan pendapatan 2017 senilai Rp 5,31 triliun. Laba bersih perseroan pada periode yang sama anjlok signifikan sebesar 82,7% dari Rp 93,6 miliar menjadi Rp 16,2 miliar akibat adanya kenaikan beban usaha (+20,4% YoY) dan kenaikan beban keuangan (+4,2% YoY).

PEHA bukukan laba bersih 2018 Rp 132,3 miliar

PEHA membukukan perolehan laba bersih tahun 2018 senilai Rp 132,3 miliar naik 5,6% YoY dibandigkan dengan laba bersih 2017 senilai Rp 125,3 miliar. Penjualan perseroan pada periode yang sama naik tipis sebesar 2% YoY dari Rp 1 triliun menjadi Rp 1,02 triliun.

BDMN cetak laba bersih 2018 Rp 3,92 triliun

BDMN membukukan pendapatan bunga bersih tahun 2018 senilai Rp 14,43 triliun naik tipis dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih tahun 2017 senilai Rp 14,15 triliun. Laba bersih perseroan pada periode yang sama tercatat tumbuh 6,5% YoY dari Rp 3,68 triliun menjadi Rp 3.92 triliun ditopang oleh tingginya pertumbuhan fee based income (+12% YoY).

TGRA Gandeng Jepang Kerjakan PLTMH US$20 Juta

TGRA menggandeng dua perusahaan ternama asal Jepang yaitu Mitsui & Co, Ltd. dan Yonden untuk menggarap salah satu proyek pembangkit listrik perseroan yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro  (PLTMH) berkapasitas 10 MW yang dibangun perseroan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

TCID Bidik Kenaikan Penjualan 5%-10%

PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) menargetkan penjualan sebesar 5%-10% sepanjang tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 2,65 triliun. Peningkatan penjualan diharapkan didukung atas penjualan domestik dengan target peningkatan dua digit.

SSIA menarik fasilitas pinjaman

SSIA tengah merencanakan persiapan ekspansi dan sudah menarik fasilitas pinjaman dari IFC sebesar US$ 100 juta. SSIA mengincar akuisisi lahan yang berlokasi di Subang dan berniat membangun kawasan industri seluas 2000 ha.

FORZ siapkan Rp 500 milliar utuk tiga proyek

FORZ menyiapkan Rp500 miliar dari suntikan pemegang saham untuk 3 proyek antaralain hotel di Jakarta dan Melak dan 1 proyek beach club di Bali.

Harga emas batangan ANTM mencetak rekor tertinggi

Harga jual emas Antam pecahan 1 gram melesat Rp 6.000 jadi Rp 680.000 per gram, rekor harga tertinggi sepanjang masa. Harga emas Antam menguat seiring harga emas kontrak pengiriman April 2019 di Commodity Exchange yang menguat 0.16% jadi US$ 1.347 per ons troi.