Daily Views

Bursa Hari Ini

Tuesday , 19 Nov 2019 08:46

Market Movement

IHSG ditutup melemah -0,09% ke level 6.122, dengan sektor infrastruktur melemah -1,1% dan perdagangan -0,45%. Investor asing mencatatkan Net Sell Rp 429 miliar dengan Rupiah melemah tipis -0,01% ke level Rp14.070. Pelemahan IHSG merespon desifit anggaran RI yang semakin melebar. Kementerian Keuangan menyatakan defisit anggaran hingga 31 Oktober 2019 mencapai Rp 281,9 triliun atau 1,8 % dari PDB. Sementara itu defisit anggaran hingga Oktober 2019 juga lebih secara YoY yang hanya mencapai Rp229,7 triliun atau 1,56% dari PDB.  Pagi ini bursa Regional dibuka mixed dengan Hangseng menguat +1,35% dan Kospi melemah -0,89 seiring sentimen global. IHSG berpeluang flat seiring belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan global dengan kisaran 6.120-6.210

Global Update

Bursa AS ditutup melemah setelah investor mencerna sinyal variatif seputar perundingan perdagangan AS-China. DJIA  ditutup flat, +0,1% menjadi 28.036,22, S&P 500 menguat 0,05% menjadi 3.122,03 dan Nasdaq menguat +0,11% menjadi 8.549,94. China saat ini masih pesimis mengenai prospek kesepakatan dengan AS, merespon Presiden Donald Trump yang mengatakan baru-baru ini AS tidak akan menurunkan tarif seiring kedua belah pihak sepakat untuk melakukannya secara prinsip. Saat ini investor tertuju pada optimisme terhadap laporan data penjualan baru-baru ini sejalan dengan "Black Friday”. Dari Eropa, Inggris mengajukan manifesto pemilu mereka kepada  para pemimpin bisnis yang berkumpul di konferensi Konfederasi Industri Inggris. Perdana Menteri Boris Johnson kembali berjanji untuk mengakhiri ketidakpastian Brexit yang telah merusak lingkungan bisnis negara itu sejak referendum Uni Eropa, Juni 2016. Dari komoditas, harga minyak menguat merespon sikap wait and see para investor mengenai perang dagang AS-China, dan mengabaikan sentimen kenaikan suplai. Minyak Brent menguat ke US$ 63,41 per barel dan WTI ke level USD57,93 per barel. 

News Highlights

Ø  BEI Suspensi LUCK dan FORZ

Ø  WINS Kantongi Kontrak Baru US$40 Juta

Ø  PPRE Pede Raih Rp 5,8 Triliun

Ø  2020,TEBE Bidik Laba Bersih Rp 100 Miliar

Ø  Mulia Boga Raya Incar Dana IPO Rp 75 Miliar

Ø  PBID Perkuat Modal Anak Usaha

Ø  IKAI Gelar Private Placement 

Berita Emiten

Tuesday , 19 Nov 2019 08:48

BEI Suspensi LUCK dan FORZ

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham LUCK dan FORZ di pasar regular dan tunai sejalan dengan akumulasi koreksi harga saham yang signifikan.

WINS Kantongi Kontrak Baru US$40 Juta

WINS mengantongi kontrak penyewaan dua unit kapal senilai US$40 juta. Perseroan telah menandatangani perjanjian untuk menyediakan dua unit Platform Supply Vessel (PSV) untuk menyediakan persediaan dek dan kargo berjalan untuk mendukung operasi pengeboran dari perusahaan minyak dan gas bumi di Timur Indonesia.

PPRE Pede Raih Rp 5,8 Triliun

PPRE optimistis dapat mencapai target kontrak baru senilai Rp 5,8 triliun pada akhir tahun ini. Hingga oktober 2019, perseroan telah menggenggam kontrak baru senilai Rp 3,1 triliun.

2020, TEBE Bidik Laba Bersih Rp 100 Miliar

TEBE menargetkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 350 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 100 miliar pada 2020. Sedangkan pendapatan dan laba bersih tahun ini diproyeksikan masing-masing mencapai Rp 350 miliar dan berkisar Rp 60 - 70 miliar. 

Mulia Boga Raya Incar Dana IPO Rp 75 Miliar

PT Mulia Boga Raya Tbk, produsen keju cheddar olahan bermerk Prochiz, berencana melakukan penawaran umum (IPO) saham dengan melepas 100 juta unit saham ke publik. Dengan harga penawaran Rp 750 per saham, perseroan berpeluang meraup dana Rp 75 miliar dari IPO tersebut.

PBID Perkuat Modal Anak Usaha

PBID menambah modal anak usaha yakni PT Polytech Indo Hausen (PIH) sebesar Rp 15 miliar untuk memperkuat struktur modal kerja guna melakukan ekspansi.

IKAI Gelar Private Placement

IKAI akan mengadakan private placement (PMTHMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,21 miliar saham seharga Rp 140 per saham. PT Wandervale Holdings Limited selaku salah satu pemegang saham  terbesar dengan kepemilikan sebesar 11,85% akan membeli saham tersebut. Penerbitan saham tambahan hasil PMTHMETD akan dilaksanakan pada 27 November 2019.