What's New

Stock Idea: FREN Perkuat Layanan 4G LTE, Rebut Pangsa Pasar Petahana
11 Oct 2018

Sekilas Profil Perusahaan

PT Smartfren Telecom didirikan pada tahun 2002 dengan nama PT Mobile-8 Telecom yang bergerak di bidang penyedia jasa telekomunikasi berbasis teknologi 4G LTE dengan jaringan terluas di Indonesia. Perseroan saat ini telah membangun dan mengoperasikan BTS sebanyak 16.000 unit. Perseroan telah meluncurkan layanan 4G LTE Advanced secara komersial di bulan Agustus 2015 dengan menggunakan 2 teknologi sekaligus, yaitu teknologi FDD dan TDD di frekuensi 850 MHz dan 2300 MHz.

Menjadikan perseroan merupakan satu-satunya operator yang menerapkan jaringan hybrid pertama dan terluas dalam negeri. Untuk mendukung ekosistem layanan 4G LTE Perseroan, smartphone Andromax 4G LTE dan wireless router atau MiFi 4G LTE telah diluncurkan di tahun yang sama. Di 2017, perseroan meluncurkan Kartu Perdana 4G GSM+, meluncurkan Andromax Prime, serta menjadi official telco partner untuk produk iPhone di Indonesia.

Ringkasan Pertimbangan Investasi

- Perseroan akan membangun 3.000-4.000 BTS hingga akhir tahun, sehingga akhir tahun sudah ada sekitar 6.000 BTS yang terbangun. Untuk itu, tahun ini perseroan akan mengalokasikan capex sebesar Rp2,79 triliun yang 85% nya berasal dari pinjaman bank dan 15% dari kas internal;

- Tahun ini, perseroan berambisi mengakuisisi hingga 10 juta pelanggan dan memperluas jangkauan jaringan;

- FREN akan melaksanaan private placement yang dilakukan melalui skema Penawaran Terbatas Obligasi Wajib Konversi (OWK) IV dan rights issue. Perseroan akan menerbitkan 10 sertifikat OWK (9,64% modal disetor) dengan nilai masingmasing Rp120 miliar sehingga perseroan berpotensi mengantongi Rp1,2 triliun. Adapun, bunga OWK IV ditetapkan sebesar 0% per tahun dan PT Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai agen OWK IV. Sementara untuk rights issue, perseroan melepas sebanyaknya 68 miliar saham biasa atas nama saham Seri C dengan waran yang melekat sebanyaknya 36,29 miliar lembar;

- Pendapatan FREN di 1H18 naik sebesar 18,7% YoY ke Rp 2,54 triliun dari 1H17 senilai Rp 2,14 triliun, terutama di bidang jasa layanan data (+26,9% YoY), namun rugi berjalan perseroan naik 41,4% YoY dari Rp1,16 triliun di 1H17 menjadi Rp 1,65 triliun, terutama dipicu kenaikan beban operasional sbb: penyusutan dan amortisasi (+52.2% YoY) sejalan dengan peningkatan infrastruktur telekomunikasi dan akuisisi pelanggan, beban penggunaan frekuensi (+5.5% YoY) dan sewa ruang untuk stasiun pengendali (+15.0% YoY);

- Tingkat profitabilitas FREN juga tercatat turun, dimana operating margin turun 10,3% YoY dari -43.2% menjadi -53.5% dan sejalan dengan itu, marjin rugi bersih juga tercatat turun dari -54,4% ke -64,9%.